Tebus BPKB Mobil yang Bukan Miliknya, Pria di Koto Gasib Lapor Polisi Dua Pria dengan Dalih Penggelapan Mobil

  • Whatsapp
Samson Sitepu dan Sahrun Sembiring

HALUANRIAU.CO, SIAK-Seorang Warga Km 11 Desa Pangkalan Pisang Kecamatan Koto Gasib Kabupaten Siak inisial N (40) melaporkan tetangganya Samson Sitepu (50) ke Polres Siak terkait dugaan pengelapan satu unit mobil Bulan Desember 2020 lalu.

Tidak hanya Sitepu (50 ) yang dilaporkan N, namun rekannya pemilik Bengkel di Kecamatan Dayun bernama Sahrun Sembiring turut dilaporkan terkait penggelapan Satu Unit Mobil L 300 Pick up tersebut.

Mendapat surat panggilan sebagai terlapor dari Unit II Sat Reskrim Polres Siak, Sitepu dan Sahrun Sembiring pun mendatangi Polres Siak dalam hal ini unit II Sat Reskrim untuk memberikan keterangan karena dilaporkan telah menggelapkan satu unit mobil L 300 Pick-up dengan Nomor Polisi BA 8239 AG.

Usut punya usut ternyata pemilik Mobil tersebut bukanlah N, namun pemilik sebenarnya adalah Erwan Sidabolak yang mana mobil dengan Nomor Polisi BA 8239 AG tersebut dibelinya dari seorang inisial DS di Kota Pekanbaru pada tahun 2018 lalu senilai Rp20.000.000, namun Erwan Sidabolak baru membayar sebesar Rp18.000.000 kepada DS, yang mana Erwan berjanji akan melunasi kekurangan senilai Rp2.000.000 saat mengambil BPKB mobil Dengan Nomor Polisi BA 8239 AG.

Pada Bulan Desember 2020, N tiba tiba datang kepada DS untuk mengambil BPKB mobil dengan Nomor Polisi BA 8239 AG seraya menebus kekurangan pembayaran sebesar Rp2.000.000. Dengan alasan Erwan Sidabolak sudah melarikan diri ke Sumatera Utara dan tidak membayar hutang kepadanya senilai Rp20.000.000 untuk membeli mobil tersebut.

Dengan bermodalkan Rp2.000.000 menebus BPKB satu unit Mobil dengan Nomor Polisi BA 8239 AG dari saudara DS, N melaporkan Sitepu dan Sahrun Sembiring ke Polres Siak karena menggelapkan mobil yang diakuinya sudah miliknya dengan membayar tebusan kekurangan pembayaran sebelumnya yang telah dibayar Erwan Sidabalok sebesar Rp18.000.000. dan N hanya membayar kepada DS sebesar Rp2.000.000.

Merasa tidak bersalah Sitepu dan Sembiring mencari keberadaan Erwan Sidabolak ke Sumatera Utara dan membawa Erwan Sidabolak kepada DS pemilik mobil sebelumnya.

Pada akhirnya DS mendampingi Sitepu dan Erwan Sidabolak ke Polres Siak menemui penyidik Unit II Sat Reskrim Polres Siak.

Kepada Penyidik Unit II Satreskrim Polres Siak, DS memberikan keterangan sebenarnya siapa pemilik Mobil Nomor Polisi BA 8239 AG tersebut.

Dari keterangan DS ternyata pemilik Mobil Nopol BA 8239 AG tersebut adalah Erwan Sidabolak bukan N.

Inti permasalahannya hanya hutang piutang antara N dengan Erwan Sidabolak, namun hutang Erwan Sidabolak tersebut pun sudah dilunasinya senilai Rp20.000.000 yang dibayarnya dengan cara diangsur kepada N, dibuktikan dengan Bukti Transfer ke rekening milik istri N.

Merasa dirugikan dan telah dicemarkan nama baiknya karena telah dilaporkan ke Polisi, Sitepu dan Sembiring berharap penyidik Unit II Sat Reskrim Polres Siak menghentikan penyidikan perkara tersebut dengan bukti dan keterangan yang telah diberikan para saksi.

Sembiring dan Sitepu kedepan akan membuat langkah hukum kepada N yang telah mencemarkan nama baiknya.

“Kami tidak terima dengan laporan saudara N yang telah melaporkan kami ke Polisi, dengan tuduhan penggelapan mobil tersebut, padahal kami menjual mobil sesuai perintah dari pemilik mobil yang sebenarnya, ujar Sitepu yang diaminkan Sembiring .

“Kami berharap penyidik segera memutuskan lanjut atau dihentikan perkara ini, karena kami tidak bisa beraktifitas dengan tenang sebelum masalah ini selesai, tambah sitepu.

“Terkait persoalan hutang piutang N dengan Erwan Sidabalok itu urusan meraka, silahkan buat gugatan perdata ke Pengadilan bukan ke polisi, tutupnya.

Menanggapi hal tersebut Kasat Reskrim Polres Siak AKP Noak P Aritonang melalui Panit II unit Reskrim Polres Siak Iptu Resi Omlia SH MH mengatakan kita pelajari dulu keterangan para saksi dan kita upayakan mereka berunding secara kekeluargaan terlebih dahulu. “Apabila dari hasil gelar perkara tidak ada ditemukan unsur pidana dalam perkara ini, maka akan kita hentikan penyelidikannya, tutup Resi.

 

 

Reporter: Dolly Sandro

Comments

Pos terkait