Pendamping PKH Kecamatan Rumbio Jaya Rangkap Jadi Supplier Bantuan BSP

  • Whatsapp
Buah dan sayur yang disalurkan pendamping PKH Kecamatan Rumbio Jaya.

HALUANRIAU.CO, KAMPAR-Diduga untuk memperkaya diri Pendamping PKH Kecamatan Rumbio Jaya, Kabupaten Kampar merangkap menjadi supplier dalam program Bantuan Sosial Pangan (BSP) yang sebelumnya bernama Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Hasil penelusuran haluanriau.co di beberapa e-warong, pihak ewarung mengaku bahwa yang menjadi supplier BSP untuk buah dan sayur adalah pendamping PKH.

Hal ini membuat para pemilik e-warung menjadi resah, karena sebagai pemilik e-warong tidak bisa mencari sendiri komunity dalam penyaluran BSP tersebut. Hal itu dikarena adanya dugaan intervensi yang dilakukan oleh oknum Pendamping PKH.

Beberapa pemilik ewarong yang berada di Kecamatan Rumbio Jaya mengatakan bahwa yang menjadi penyalur BSP untuk suplier beras dan telor itu adalah KUD sedangkan buah dan sayur itu pendamping PKH.

“Yang menyalurkan bantuan beras itu KUD, sedangkan sayur dan buah itu pendamping PKH,” ujar para pemilik e-warung yang berada di Kecamatan Rumbio Jaya pada haluanriau.co, Senin (15/2).

“Jadi kami stor ke penyalur buah dan sayur (red-pendamping PKH) Rp.30.000. Ya, disini kami tidak dapat untung. itulah jumlah yang kami transferkan nanti berpa bungkus buah dan sayur tersebut,” sambung pemilik e-warung.

Dijelaskan para pemilik e-warung itu, yang menyalurkan atau mensupplier buah dan sayur di Kecamatan Rumbio Jaya itu semua di hendel oleh pendamping PKH.

“Di Kecamatan Rumbio ini ada 7 e-warung, yang supplier buah dan sayur itu, semuanya pendamping,” ucapnya.

Para pemilik ewarung mengatakan bahwa perna ia membeli sayur dan buah sendiri, tapi KPM yang dari PKH tidak datang mengambil sembakonya, dengan dalih dilarang oleh pendamping PKH, karena pihak pendamping PKH itu beralasan belum ada izin dari atasan.

“KPM PKH inikan percayanya sama pendamping PKH. Jadi kalau pendamping bilang gak usah diambil ya KPM PKH ini gak ngambil kesini. Kalau yang dari KPM BSP. Ya aman – aman aja,” kata pemilik ewarung.

“Awalnya dulu, saya yang ngorder sendiri saya bikin disitu jeruk, kacang hijau dan kentang cuma tergendala. Saya belanja sabtu dan minggu warga gak ada kesini, warga KPM ini kalau gak ada keputusan dari pendamping PKh orang itu gak berani ngambil,” lanjutnya.

Kemudian sebut para pemilik ewarong itu, pernah diadakan rapat, kalau untuk penyaluran buah dan sayur itu mereka sendiri yang order. Namun pendamping PKH minta untuk penyaluran buah dan sayur tetap mereka yang hendel.

Adapun bantuan buah dan sayur yang diberikan yaitu 1 kg Adpokat mentega Rp 21.500, Kacang hijau 1/4 Rp.6000 dan Sayur jenis javan Rp 2.500.

Namun saat dikonfirmasi terpisah pendamping PKH Kecamatan Rumbio Jaya Masrul Ikhsan dan Ade membantah tuduhan yang disampaikan oleh pihak e-warung tersebut.

“Itu tidak benar, semuanya yang hendel itu KUD. Yang menyalurkan itu bukan Masrul, tapi ewarung pengadaan dibawah naungan KUD itu sudah ada Mou nya,” kilah Ade.

Ade mengatkan, awalnya dulu e warung itu tidak ada, jadi ewarong itu ditunjuk langsung dari pusat yang menunjuk ewarong, ” Kalau Arif TKSK itu SK nya dari Dinas Sosial Kalau SK, kami dari Mentri Jakarta yang mengeluarkan,” ucap Ade.

Saat dinggung kenapa pemilik e warung pengatakan beras dan telur diambil melalui KUD, sedangkan sayur dan buah yang menyedikan pendamping PKH, ia kembali mengakatan itu semua MoU nya sama KUD.

“Itu semua MoU nya sama KUD, Soal KUD itu kami tidak tau, ketemu aja kami tidak pernah. coba tanya langsung ke Arif (red-pendamping TKSK),” kata Ade dan Masrul.

Ade menuturkan, kalau BSP itu, TKSK bersma kami (red-pendamping PKH) mengontrol monitoring telor, beras, sayur dan buah cocok atau tidaknya disalurkan ke KPM.

“Soal para pemilik ewarong itu mengatakan kalau kami yang menjadi suplier mungkin karena kami sering ngantar bantuan itu makanya kami dikiranya sebagai suplier,” pungkasnya.

 

 

Reporter: Amri

Comments

Pos terkait