Usut Perjalanan Dinas Fiktif, Kejari Sita Uang Ratusan Juta Rupiah dari BPKAD Kuansing

  • Whatsapp
Kajari Hadiman memperlihatkan barang bukti uang yang disita dari BPKAD Kuansing.(Istimewa)

HALUANRIAU.CO, TELUKKUANTAN-Kejaksaan Negeri Kuantan Singingi tengah mengusut dugaan korupsi di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) kabupaten setempat. Dalam penanganannya, Korps Adhyaksa itu telah menyita sejumlah barang bukti, termasuk uang ratusan juta rupiah.

Adapun perkara dimaksud adalah dugaan penyimpangan surat perintah tugas (SPT) dan surat perintah perjalanan dinas (SPPD) di BPKAD Kuansing tahun 2019. Saat ini, status perkara telah masuk dalam tahap penyidikan.

“Sudah dik (penyidikan,red). Dik unum,” ujar Kepala Kejari (Kajari) Kuansing, Hadiman, Senin (15/2).

Dalam tahap ini, pihaknya masih mengumpulkan alat bukti guna menjerat pihak terkait sebagai tersangka. Alat bukti itu berupa keterangan saksi, dan barang bukti lainnya.

“Sekitar 25 saksi yang diperiksa,” sebut Hadiman.

Guna menguatkan sangkaan, penyidik juga menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya, uang tunai dari pihak BPKAD Kuansing. Uang itu diketahui berjumlah Rp493.634.860. Disinyalir, uang ini merupakan pembayaran minyak dan ongkos taksi yang tidak dilengkapi bukti pembayaran.

“Pihak BPKAD Kuansing telah menyerahkan uang yang diwakili oleh Kabid Aset (BPKAD Kuansing), Hasvirta. Juga sudah dilakukan penyitaan,” kata Kajari Hadiman sekaligus bertindak sebagai Ketua Tim Penyidikan.

“Belum lagi dihitung hotel atau penginapan yang ratusan kamar juga diduga fiktif. Sekarang ini lagi dilakukan penghitungan oleh auditor. Dalam waktu dekat ini akan diserahkan kepada penyidik,” sambung Hadiman.

Penulis : Dodi Ferdian

Comments

Pos terkait