Diduga Depresi, Oknum Polres Kampar Gantung Diri di Rumah Kontrakannya

  • Whatsapp
Ilustrasi gantung diri.(Internet)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU-Seorang pria berinisial GFK memilih mengakhiri hidup dengan gantung diri. Diduga, oknum Polri yang bertugas di Polres Kampar itu bunuh diri karena depresi lantaran penyakit yang dideritanya.

Dari informasi yang dihimpun, peristiwa itu diketahui pada Minggu (7/2) pagi di sebuah rumah kontrakan di Jalan Paus Gang Cucut Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru. Saat itu, salah seorang penghuni kontrakan tengah membersihkan rumput halaman depan.

Tak lama berselang, saksi ingin buang air kecil ke kamar mandi yang terletak di belakang rumah. Saat itu, dia melihat korban yang mengenakan baju kaos kerah warna abu-abu kombinasi hitam dan celana panjang itu, dalam keadaan tergantung dengan

Terkejut hal itu, saksi kemudian memberitahukan kepada seorang tetangganya. Kabar itu selanjutnya dilaporkan ke warga sekitar, keluarga korban, dan pihak kepolisian.

Mendapat laporan itu, polisi lalu melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Selain itu, juga dilakukan visum et repertum di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Riau.

“Dari penyelidikan, kita tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban,” ujar Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya melalui Kapolsek Bukit Raya, Kompol Arry Prasetyo yang diwawancarai melalui Kanit Reskrim Iptu Abdul Halim, Senin (8/2).

Diyakini, oknum Polri berpangkat Aiptu itu nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Diduga, korban 52 tahun itu bunuh diri karena depresi lantaran penyakit yang dideritanya.

“Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga korban, bahwasanya beberapa tahun belakangan, korban menderita penyakit penyempitan syaraf otak dan infeksi empedu sehingga korban mengalami depresi,” sebut Halim.

“Percobaan bunuh diri sudah bebera kali,” sambungnya.

Dalam kesempatan itu Halim menyampaikan, jenazah korban telah diserahkan ke pihak keluarga. Selanjutnya, korban dibawa ke Kampar.

“Kemungkinan sudah (dikebumikan), karena kemarin dibawa ke Kampar,” pungkas Iptu Abdul Halim.

Sementara itu, belum ada keterangan resmi dari Polres Kampar. Sang Kapolres, AKBP Mohammad Kholid saat dikonfirmasi, belum memberikan tanggapan.

Penulis : Dodi Ferdian

Comments

Pos terkait