Perketat Penjagaan, Lapas Bangkinang Siapkan Blok Pengendali Narkoba Diawasi CCTV 24 Jam

  • Whatsapp
Kepala Lapas Kelas IIA Bangkinang Sutarno tunjukkan langkah pengawasan yang salah satunya melalui CCTV

HALUANRIAU.CO, KAMPAR-Kepala Lapas Kelas IIA Bangkinang Sutarno megatakan terkait pemberantasan peredaran narkoba di dalam lapas pihaknya telah melakukan razia baik secara rutin maupun insidentil sudah dilakukan setiap saat.

“Kami telah melakukan langkah – langkah pemeriksaan terhadap lalu lintas orang dan barang di pintu utama secara cermat dan juga melakukan razia kamar blok hunian secara rutin dan insidentil,” ujar Sutarno pada haluanriau.co, Sabtu (6/2).

Sutarno menuturkan, tahanan Lapas Bangkinang saat ini berjumlah 1.800 orang, sedangkan jumlah pegawai untuk penjagaan hanya 11 orang karna ada tiga sif. Sementara saat ini kata dia 2 orang napi sedang sakit dan dirawat di RSUD Pekanbaru dan RSUD Bangkinang hal itu otomatis sudah mengurangi kekuatan.

“Sedangkan pos yang harus diurus ada 4 petugas yang ditempatkan di pos itu ada 3. Kemudian blok ada 8 kalau 1 orang mapu mengawasi 2 blok tentu pengawasannya pasti minim, kami tidak mengeluh tapi itulah keadaannya,” ucap Kalapas.

Untuk mencegah terjadinya lagi peredaran narkoba di dalam lapas, saat ini pihaknya telah menyiapkan, blok pengendali narkoba, yang nantinya akan dijaga oleh petugas khusus. Yang saat ini sedang dilatih di Pekanbaru dan di blok itu nanti akan dipantau CCTV 24 Jam.

“Kami telah menyiapkan blok/kamar pengendalian narkoba yang dilengkapi dengan CCTV, SOP dan petugas khusus untuk membatasi ruang gerak narapidana yang terindikasi terlibat narkoba,” kata Sutarno.

“Hal ini tujuannya, untuk membuat mereka jerah. Kita tidak inginkan lagi mereka yang terindikasi pemain itu berkumpul dengan yang lain, makanya kita pisahkan, supaya jangan sampai terjadi lagi hal yang seperti kemaren,” sambung dia.

Selain itu lanjut dia, pihaknya juga menindak tegas baik petugas maupun narapidana yang terlibat dalam peredaran HP dan narkoba di dalam lapas. Dengan memindahkan narapidana yang melakukan pelanggaran pengendalian narkoba ke Nusakambangan.

Apabila ada pegawai yang terlibat akan diberikan sanksi yang tegas sesuai dengan PP 53 tahun 2010. Kemarin kata dia digeser ke Pekanbaru untuk dipindahkan ke Nusakambangan.

“Pegawai yang terlibat penyalahgunaan narkoba, juga dihukum dipindahkan ke Nusakambangan. Agar menjadi contoh bagi pegawai yang lain sehingga tidak lagi terulang kejadian yang seperti ini,” imbuhnya.

Kemudian sebut dia, pihaknya saat ini tidak membolehkan lagi pegawai membawa hp kedalam lapas. “Yang dibolekan hanya hp yang sudah disediakan dari Dinas. Hp pegawai dan tamu di titipkan di loker agar tidak ada lagi penyelewengan,” terangnya.

“Kami komitmen untuk memberantas perederan narkoba di lapas tidak ada istilah pembiaran,” pungkasnya.

Reporter: Amri

Comments

Pos terkait