Melalui Program Kemandirian, Lapas Bangkinang Bekali Napi Berbagai Keterampilan

  • Whatsapp
Kepala Lembaga Kemasyarakatan (Lapas) Bangkinang Kelas IIA Bangkinang Sutarno

HALUANRIAU.CO, KAMPAR-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bangkinang, melakukan berbagai macam program pembinaan kemandirian warga binaan dengan membekali keterampilan.

Program pembinaan yang dilakukan diantaranya ternak ayam potong, budidaya ikan patin, ikan nila dan juga dibidang pertanian budidaya jagung, sayur – sayuran dan lain sebagainya.

Kemudian kerajinan tangan, pengelasan, serta pembuatan roti (bakery). Hal itu dilakukan supaya para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), dapat berintegrasi dengan masyarakat, menjadi warga yang bertanggung jawab dan juga untuk persiapan agar ketika mereka terbebas dapat meningkatkan produktivitas mereka.

“Ada beberapa program yang sudah kita jalankan di Lapas Kelas IIA Bangkinang, yaitu ternak ayam potong dan ini sudah berjalan. Sekarang akan kita tingkatkan dari 2000 ekor menjadi 3000 ekor itu kita suplay untuk bahan makanan napi,” kata Kepala Lembaga Kemasyarakatan (Lapas) Bangkinang Kelas IIA Bangkinang Sutarno, pada halaunriau.co, Minggu (7/2).

Diakatakan Sutarno, budidaya ayam potong itu telah berjalan selama satu tahun dan telah menghasilkan ayam potong sebanyak 2000 ekor.

Selain itu sebut dia, pihaknya juga memberika pelatihan budidaya jagung dilahan yang sudah disipakan seluas 2 hektar di sekitar Lapas, yang mana kata dia sebentar lagi jagun itu sudah bisa di panen.

Anggaran yang digunakan untuk menjalankan program itu besumber dari pembinaan dibidang kemandirian khusnya.

“Kami berharap dengan program ini, keahlian warga binaan ini bertambah sehingga saat mereka bebas nanti, mereka mempunyai skil kemandirian untuk bekerja diluar dan menerapkan ilmu yang didapat selama di lapas,” ujar Sutarno.

Disisi lain kata Sutarno, manfaat program kemandirian itu juga bisa membantu Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Dari hasil program tersebut, pihak lapas kata dia bisa menyetor ke kas Negara sebesar 54 juta selama I Tahun.

“Hasil dari program kemandirian yang kita jalankan selama 1 tahun ini. Sudah bisa kita setor ke kas negara sebesar 54 juta,” ucap Sutarno.

Sutarno memaparkan, selain program pembinanan ke mandrian pihaknya juga melakukan program santri. Pihaknya melakukan eavaluasi terhadap warga binaan yang sebelum tidak tau sama sekali membaca alquran sekarang sudah bisa bahkan sudah hapal di juz 30.

“Wargaan binaan yang sebelumnya tidak bisa membaca alquran sekarang sudah bisa membaca alquran dan sudah hapal di juz 30. Itu awalnya dari nol, sebelumnya tidak tau apa – apa sama sekali setelah kita evaluasi ada 9 orang yang lolos,” kata mantan Kalapas Klas II B Singaraja

“Selain itu juga ada program tatacara memandikan jenazah yang kita berikan dan juga mengajarkan pada warga binaan berzikir, do’a dan lainnya,” katanya.

 

Reporter: Amri

Comments

Pos terkait