Berbahaya, Semburan Gas di Pesantren Al Ikhsan Bisa Meledak

  • Whatsapp
Semburan gas yang membawa batu dan lumpurt mengahbiskan banguna Pesantren Al Ikhsan Pekanbaru. Semburan gas ini berpotensi menimbulkan ledakan

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU-Semburan gas bercampur lumpur di lokasi Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ikhsan Boarding School di Kelurahan Tuah Negeri, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Riau, hingga Minggu (7/1) pagi masih ters terjadi.

Suara semburan gas semakin kuat terdengar dan menggelegar. Bahkan dari jarak 300 meter juga masih terdengar suara dentuman yang juga terus keluar dari semburan gas. Bunyi suara menggelegar dari semburan gas itu mulai terjadi menjelang siang kemarin.

Seorang petugas dari perusahaan gas, EMP Bentu, tampak sedang mengukur kandungan gas menggunakan gas detector atau alat pendeteksi gas. Dari jarak sekitar 50 meter, alat tersebut berbunyi kencang. Itu menandakan semburan gas berbahaya dan berpotensi meledak. Pria itu tampak langsung menjauh dari lokasi semburan gas.

“Yang pasti jam 12.49 WIB (Sabtu, 6/1), hasil pengukuran Lower Explosive Limit (LEL) itu diposisi 6 persen. Artinya sangat berbaya dan bisa memicu ledakan. Tapi kalau H2S atau kandungan racunnya nol,” ujar Analis Program Energi Baru Terbarukan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (DESDM), Darwin.

Darwin mengatakan, lubang semburan gas saat ini diameternya sekitar empat meter. Sementara tinggi semburan lumpur mencapai hingga 10 meter. “Kalau semburan kan kadang tinggi kadang rendah. Tapi diameter lubang semburan kini lebih kurang empat meter,” kata Darwin.

Pihaknya bersama kepolisian, TNI, BPBD lainnya telah memasang garis aman dengan jarak sekitar 150 meter dari lokasi semburan. Darwin menambahkan, saat ini lokasi semburan gas disertai lumpur tidak boleh mendekat karena berbahaya.

“Kita sudah tarik ke depan lagi garis batas aman. Karena kondisi saat ini sangat berbahaya dan berpotensi meledak. Ledakan bisa saja dipicu oleh sinyal handphone dan sumber api lainnya. Makanya sekarang tidak boleh mendekat ke lokasi,” kata Darwin.

Sebagaimana diberitakan, gas menyembur ketika pengeboran sumur bor di Ponpes Al Ihsan Boarding School Kampus 2 di Kelurahan Tuah Negeri, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Riau, Kamis (4/2/2021), sekitar pukul 14.00 WIB.

Suara ledakan yang kuat kembali terjadi pada malam hari (Sabtu, red) dan ini memang sudha terjadi sejak sore harinya, semburan gas disertai pasir dan batu semakin kuat dan bunyi bergemuruh.

Semburan gas sudah mengeluarkan lumpur dan batu yang memenuhi kawasan pondok. Lumpur dan batu yang disemburkan gas merusak hampir seluruh bangunan pesantren. Tampak tumpukan lumpur dengan ketinggian sekitar lima meter dan mengalir hingga ke halaman pesantren.

Semburan lumpur dan batu memang sudah sedikit berkurang. Tinggi semburan sekitar lima meter. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sebab, sebanyak 34 orang santri sudah dievakuasi dan diungsikan.

Petugas telah memasang garis kuning di sekitar lokasi, agar warga tidak mendekat. Petugas kepolisian bersama TNI, BPBD dan SAR Pekanbaru juga bersiaga di lokasi.

Comments

Pos terkait