Semburan Gas Terus Keluar, Ini Langkah yang Dilakukan Polsek dan Upika

  • Whatsapp
Gas dan lumpur masih terus saja keluar dari dalam tanah ang mengakibatkan banguna pesantren AL Iksan hancur termasuk halaman pesantren (ist)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU-Semburan gas bumi yang masih terjadi di Pondok Pesantren Al Ihsan Di Jl. Tujuh Puluh Kelurahan Tuah Negeri Kecamatan Tenayan Raya, belum juga berhenti. Peristiwa ini terjadi sejak Kamis 4 Februari 2021.

Akibat dari semburan gas bumi tersebut mengakibatkan diantaranya atap dan tembok bangunan pondok pesantren mengalami kerusakan, semburan gas lumpur tersebut juga menyebar di sekitar lapangan pondok pesantren Al Ihsan, namun hingga saat ini tidak ada jiwa akibat peristiwa ini.

Kapolsek Tenayan Raya, AKP Manapar Situmeang SIK beserta jajaran sudah mengambil langkah sementara untuk membantu pihak pesantren bersama Danramil Sail, beserta Ormas yang ada di Tenayan Raya membantu melakukan evakuasi barang-barang milik santri Pesantren Al Iksan yang masih bisa diselamatkan utk dibawa ke Pondok Pesantren Al Iksan Pusat di Kubang.

Selain itu di apangan juga terlihat Kadis ESDM (Energi Sumber Saya Mineral) Provinsi Riau yang di pimpin Dr Indra Agus Lukman, rombongan KLHK Provinsi Riau, Camat Tenayan Raya Indah Vidya Astuti, rombongan PLTU Tenayan Raya, rombongan salah satu perusahaan gas PT Kalila

Selain itu juga sudah dilakukan evakuasi /memindahkan santri sebanyak 33 beserta perlengkapannya ke Ponpes Al-Ihsan pusat yang berada di Kubang Kecamattan Siak Hulu.

Selain itu juga, pihak Polsek Tenayan telah memasang pasang Police Line dan akan memperluas lokasi pemasangannya dari TKP guna antisipasi masyarakat yang datang.

“Juga telah memasang Papan himbauan larangan masuk areal Tempat Kejadian Perkara (tkp) di beberapa titik jalur masuk TKP, sekaligus kepada masyarakat untuk menjahui lokasi untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan, ucap Kapolsek.

Dan juga bersama unsur muspika, segera akan mendirikan pos Pam terpadu untuk menjaga areal tkp tersebut.

Sampai saat ini semburan Gas Bumi di TKP masih mengeluarkan lumpur setinggi 10 s/d 15 meter dan tim dari ESDM provinsi, beserta PT Kalila Migas dan PLTU masih melakukan langkah antisipasi dan pengecekan secara berkala untuk mengambil langkah penutupan sumur.

Comments

Pos terkait