Kota Bangkinang Malam Hari Gelap Gulita, Ini Penyebabnya

  • Whatsapp
Kota Bangkinang gelap gulita pasca PLN memadamkan Penerangan Jalan Umum.(Amri)

HALUANRIAU.CO, BANGKINANG – Penerangan Jalan Umum di Kota Bangkinang beberapa hari terakhir padam. Hal itu disebabkan adanya tunggakan pembayaran tagihan listrik oleh Pemerintah Kabupaten Kampar.

“Pihak PLN yang memutuskan, karena ada tunggakan. APBD belum selesai, bagaimana mau membayar tagihan itu?,” ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kampar, Amin Filda, Selasa (2/2).

Dikatakan Amin, anggaran yang digunakan untuk pembayaran tagihan PJU setiap bulannya adalah Rp5 miliar. Jumlah itulah yang harus disetorkan pemerintah ke PT Perusahan Listrik Negara (Persero).

“Untuk lampu penerangan jalan itu, 1 bulan dananya Rp5 miliar yang kita setorkan ke PLN. Untuk tunggakannya cuma di bulan Januari ini saja,” sebut Amin.

Terpisah, Kabid Prasarana Dishub Kampar Zulkifli mengatakan, sebelumnya anggaran untuk pembayaran tagihan PJU itu dikelola oleh Dinas Perumahan dan Permukiman Rakyat (Perkim). Namun pada tahun ini, sudah dialihkan ke Dishub Kampar.

“Terkait pemutusan aliran listrik ini karena tagihan belum dibayarkan, DPA (Dokumen Pelaksanaan Anggaran,red) belum diketok,” kata Zulkifli.

“Kita harapkan sekarang pihak PLN bisa memahami kondisi keuangan Kabupaten Kampar. Anggaran belum ada bagaimana kita melakukan pembayaran,” sambungnya.

Sementara itu, Maneger PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Bangkinang Endryez Prathama menyampaikan, pihaknya melakukan pemutusan karena ada tunggakan tagihan Pemkab Kampar yang menumpuk.

“Kami akui memang tahun ini ada peralihan dari (Dinas) Perkim ke Dishub. Artinya kan perlu penyesuian,” kata Endryez.

“Terkait hal itu, pada 20 Januari 2020 lalu kami sudah undang rapat ke Pekanbaru. Kami sudah jelaskan kronologis tunggakan utang tagihan yang lalu sampai dengan tagihan bulan ini. Jawaban Dishub waktu itu memang anggaran belum bisa dicairkan,” lanjut dia.

Kemudian sebut dia, pihaknya telah menyurati Bupati Kampar. Pihaknya menegaskan, kalau tidak ada pembayaran tunggakan, maka lampu akan diputus.

“Kami telah bersurat ke Bupati untuk menegaskan bahwa kalau tidak ada pembayaran ini akan diputus, karena utang sudah menumpuk. Namun tidak ada respon, muncul perintah dari Pekanbaru untuk memutus aliran listrik,” tegas dia.

“Setelah tunggakan selesai (dibayarkan), lampu penerangan jalan itu akan hidup kembali,” pungkasnya.

Penulis : Amri
Editor : Dodi Ferdian

Comments

Pos terkait