Polisi Usut Dugaan Penganiayaan terhadap Presma Unilak

  • Whatsapp
Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya.(Internet)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU – Pihak kepolisian tengah mengusut dugaan penganiayaan terhadap Cep Permana Galih. Presiden Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Lancang Kuning mengaku dianiaya dan diancam sekelompok.

Dari informasi yang dihimpun, peristiwa yang menimpa Cep itu terjadi pada Kamis (28/1) sekitar pukul 21.40 WIB. Saat itu, Cep dan seorang rekannya berinisial AGS dihampiri empat orang di Sekretariat BEM Fakultas Ekonomi Unilak, karena sering mengkritisi kebijakan sang rektor.

Saat itu, mereka meminta Cep untuk tidak lagi melakukan demonstrasi. Selain itu, Cep juga diminta untuk membuat video klarifikasi permintaan maaf kepada rektor. Jika tidak melakukannya, mereka mengancam akan menikam aktivis kampus itu.

BACA : Unilak Bantah Rektor Terlibat Penganiayaan, Wakil Rektor III : Cep Permana Galih Bukan Presma BEM

Tidak sampai di situ, di antara pelaku juga ada yang memukul sekat pembatas di Sekretariat BEM hingga berlubang. Mereka kemudian memukul dan menampar Cep dan AGS yang berupaya melerai aksi pelaku.

Atas kejadian itu, Cep kemudian dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Prima Pekanbaru untuk mendapat perawatan. Keesokan harinya, Cep bersama Kuasa Hukumnya membuat laporan ke Polresta Pekanbaru, dengan Surat Tanda Terima Laporan (STTL) Nomor : STTLP/077/I/2021/SPKT UNIT II/RESTA PKU.

Dikonfirmasi, Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya membenarkan adanya laporan ini. “Sudah ditangani oleh penyidik untuk dalami penyelidikan,” singkat Kombes Pol Nandang.

Sebelumnya, pihak Unilak menyampaikan, Rektor Unilak Junaidi tidak pernah menyuruh orang lain untuk bertemu dengan Cep, apalagi untuk melakukan penganiayaan.

“Adanya pengakuan sepihak tanpa bukti adalah sebuah fitnah dan berita bohong,” ujar Wakil Rektor III Unilak, Bagio Kadaryanto, dalam keterangan tertulis yang diterima haluanriau.co, Minggu (31/1) kemarin.

BACA : Diduga Dilakukan Orang Suruhan Rektor, Presma Unilak Alami Penganiayaan dan Pengancaman

“Sebagai orang berbudaya dan akademisi, sangat tidaklah mungkin Pak Rektor melakukan cara-cara yang dituduhkan,” sambung dia.

Lanjut dia, Cep Permana Galih bukanlah Presma BEM di perguruan tinggi tersebut. Pasalnya, hingga saat ini, belum ada surat keputusan (SK) yang dikeluarkan.

Untuk itu, pihak Unilak mendukung langkah kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut. “Unilak mempertimbangkan menempuh jalur hukum atas pencemaran nama baik dan fitnah atas tuduhan tersebut,” tegas Wakil Rektor.

“Adanya tuduhan itu merusak nama baik insitusi dan kampus Unilak,” pungkas pria bergelar doktoral itu.

Penulis : Dodi Ferdian

Comments

Pos terkait