Unilak Bantah Rektor Terlibat Penganiayaan, Wakil Rektor III : Cep Permana Galih Bukan Presma BEM

  • Whatsapp
Wakil Rektor III Unilak, Bagio Kadaryanto.(Internet)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU – Pihak Universitas Lancang Kuning akhirnya angkat bicara terkait dugaan penganiayaan yang dialami Cep Permana Galih. Menurut mereka, Rektor Unilak Junaidi tidak pernah menyuruh orang lain untuk bertemu dengan Cep, apalagi untuk melakukan pembuatan tidak terpuji itu.

“Adanya pengakuan sepihak tanpa bukti adalah sebuah fitnah dan berita bohong,” ujar Wakil Rektor III Unilak, Bagio Kadaryanto, dalam keterangan tertulis yang diterima haluanriau.co, Minggu (31/1) petang.

BACA : Diduga Dilakukan Orang Suruhan Rektor, Presma Unilak Alami Penganiayaan dan Pengancaman

“Sebagai orang berbudaya dan akademisi, sangat tidaklah mungkin Pak Rektor melakukan cara-cara yang dituduhkan,” sambung dia.

Lanjut dia, Cep Permana Galih bukanlah Presma BEM di perguruan tinggi tersebut. Pasalnya, hingga saat ini, belum ada surat keputusan (SK) yang dikeluarkan.

Untuk itu, pihak Unilak mendukung langkah kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut. “Unilak mempertimbangkan menempuh jalur hukum atas pencemaran nama baik dan fitnah atas tuduhan tersebut,” tegas Wakil Rektor.

“Adanya tuduhan itu merusak nama baik insitusi dan kampus Unilak,” pungkas pria bergelar doktoral itu.

Sebelumnya, Cep Permana Galih mengaku menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan orang suruhan Rektor Unilak. Atas kejadian itu, Presiden Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa perguruan tinggi itu kemudian membuat laporan ke pihak kepolisian.

“Sudah kami laporkan ke Polresta (Pekanbaru) dengan STTPL (Surat Tanda Terima Laporan,red) Nomor : STTLP/077/I/2021/SPKT UNIT II/RESTA PKU. Laporan itu dibuat pada Jumat (29/1) kemarin,” ujar Muhajirin selaku Kuasa Hukum dari Cep Permana Galih, Minggu siang.

Diterangkan Jirin, biasa ia disapa, peristiwa yang menimpa aktivis kampus Unilak itu terjadi pada Kamis (28/1) sekitar pukul 21.40 WIB. Saat itu, Cep dan seorang rekannya berinisial AGS dihampiri oleh beberapa orang yang diduga suruhan Rektor Unilak di Sekretariat BEM Fakultas Ekonomi Unilak, karena sering mengkritisi kebijakan sang rektor.

“Saat itu mereka meminta klien kami (Cep,red) tidak demo-demo dan juga meminta klien kami membuat video klarifikasi permintaan maaf kepada rektor. Jika tidak melakukannya, mereka juga mengancam akan menikam klien kami,” jelas Jirin.

Tidak sampai di situ, di antara pelaku juga ada yang memikul sekat pembatas di Sekretariat BEM hingga bolong. Mereka, kata dia, juga memukul dan menampar Cep, dan AGS yang berupaya melerai aksi pelaku yang diperkirakan berjumlah 4 orang itu.

Atas kejadian itu, Cep kemudian dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Prima Pekanbaru untuk mendapat perawatan. Keesokan harinya, Cep bersama Kuasa Hukumnya membuat laporan ke Polresta Pekanbaru.

Penulis : Dodi Ferdian

Comments

Pos terkait