Aduh, Diduga Akhir 2020 Diskes Kampar Habiskan Satu Milir Untuk Hura Hura ke Bali

  • Whatsapp

HALUANRIAU.CO, KAMPAR – Himpunan Mahasiswa Ocu Kampar (HMOK) Pekanbaru, pertanyakan tujuan Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar ke Bali akhir Desember 2020 lalu. Padahal saat keberangkatan itu di saat resesi ekonomi dan wabah Covid-19, masih meningkat di Riau.

Menurut HMOK Dinkes Kampar malah menghabis uang rakyat dalam kegiatan itu hampir 1 miliar.

“Sampai hari ini kita belum melihat realisasi atas pelatihan yang di laksanakan Dinkes dan rombongan di bali pada akhir Desember 2020 lalu,” ujar Ketua Himpunan Mahasiswa Ocu Kampar (HMOK) Pekanbaru, Nurul Hadi kepada haluanriau.co melalui telephone selulur, Rabu (27/1/2021).

Dikatan Nurul Hadi, kegiatan yang menghabiskan banyak uang rakyat tersebut hampir 1 miliar anggaran yang dihabiskan oleh Dinkes Kampar.

“Kegiatan yang mengabiskan anggaran kurang lebih 11 juta perorang yang mana angka tersebut, disampikan oleh Kadis Kesehatan Kampar pada saat dengar pendapat (hearing) bersama anggota dewan dan mahasiswa Kampar, yang tergabung dalam ampek (aliansi mahasiswa peduli kampar). Hearing bersama DPRD Kampar itu dilaksanakan pada 14 Desember 2020, lalu,” kata Nurul Hadi yang akrab disapa Hadi itu.

Lanjut dia, ketika hering Dinkes menyampaikan, kegiatan itu workshop yang di lakukan oleh kapus dan KTU se-Kabupaten Kampar, dalam perjalanan itu sebut Hadi, pihak dinkes yang berangkat sebanyak 15 orang mereka hanya mendampingi para Kapus dan KTU dalam kegiatan itu.

“Pertanyaan kita, kalo hanya mendampingi kenapa terlalu banyak pihak dinkes yang berangkat ?,” tanya Hadi.

“Sampai saat ini, sudah akhir Januari kita belum melihat realisasinya dari kegiatan yang dilakukan Dinkes Kampar ke Bali itu,” sambung dia.

“Menurut kami ini hanya kegiatan sia – sia saja dan kami memintak rombongan Dinkes yang ikut dalam kegiatan sia sia itu, agar mengembalikan uang rakyat yang mereka hambur – hamburkan di Bali itu,” pungkas Hadi.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kampar, Dedi Sambudi saat dikonfirmasi melalui handphone selulernya tidak diangkatnya, kemudian dikonfirmasi melalui aplikasi perpesanan whastapp Kadiskes itu lebih memilih bungkam, dimana chat ceklist biru tanda dibaca Dedi Sambudi. Namun ia lebih memilih tidak menanggapinya.

 

 

Reporter: Amri

Comments

Pos terkait