Tiga Pelaku Penyalahgunaan Narkoba di Kampar Ditembak, Satu Tewas

  • Whatsapp

HALUANRIAU.CO, KAMPAR-Kasus penyalah gunaan narkotika di Kabupaten Kampar, Riau, kian meningkat. Berdasarkan data dari Kepolisian Resor (Polres) Kampar di tahun 2020 mereka berhasil mengungkap 221 kasus penyalah gunaan narkotika. Jumlah ini meningkat jika dibandingkan pada tahun 2019 lalu sebanyak 187 kasus.

Diawal tahun 2021 ini, Polres Kampar dan jajaran polsek juga sudang berhasil mengungkap beberapa kasus penyalahgunaan narkotika. Bahkan baru – baru ini pelaku penyalah gunaan narkotika nekat menyerang petugas dengan senjata tajam, sehingga pihak kepolisian terpaksa mengambil tinggakan tegas dan terukur.

Yang mana salah satu dari 3 pelaku tewas akibat dadanya ditembus timah panas, tersangka sempat dilarikan ke RS Bhayangkara Polda Riau. Namun nyawanya tak tertolong. 2 orang tersangka lainnya berhasil diamankan petugas.

Inisial para pelaku adalah EF, HA dan YO (Tersangka yang tewas), ketiganya merupakan warga Desa Pangkalan Serik Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar.

Bersama para pelaku itu ditemukan barang bukti 5 bungkus kecil narkotika jenis sabu dengan berat sekitar 2.14 gram, 1 unit timbangan digital, 6 unit handphone, 1 set alat hisap shabu (bong), 500 lembar plastik bening, sebilah pisau yang digunakan tersangka YO untuk menyerang petugas, dan uang tunai sebesar Rp 2.230.000 yang diduga dari hasil transaksi narkoba.

Kapolsek Siak Hulu AKP Rusyandi Zuhri Siregar, peristiwa itu terjadi pada Rabu malam (20/1/2021), saat itu Unit Reskrim Polsek Siak Hulu mendapat informasi dari masyarakat, bahwa dilapangan sepak bola Desa Pangkalan Serik sering terlihat sekelompok orang berkumpul dimalam hari yang diduga tengah melakukan transaksi narkotika.

Mendapat informasi itu, pihak kepolisian mendatangi lokasi untuk melakukan penyelidikan. Sekira pukul 23.45 WIB petugas tiba dilokasi dan terlihat beberapa orang berada disana, 2 orang petugas kemudian mendekati target dengan mengendarai sepeda motor, sementara 4 orang anggota lainnya menunggu dari jarak sekitar 50 meter.

“Setelah berhasil mendekati sasaran ternyata di TKP ditemukan 4 orang terduga pelaku, namun melihat kedatangan petugas para pelaku berupaya melarikan diri,” kata AKP Rusyandi Zuhri Siregar.

Kemudian lanjut dia, tersangka EF berhasil diamankan oleh Katim Opsnal Polsek Siak Hulu, sementara seorang petugas lainnya berupaya mengamankan tersangka YO, akan tetapi yang bersangkutan melakukan perlawanan dengan menggunakan sebilah pisau dan sempat terjadi pergumulan.

Saat pergumulan itu, petugas berusaha memegangi tangan YO yang memegang sebilah pisau tersebut dan melukai tangan kiri petugas yang bergumul dengannya. Karena merasa terancam, anggota ini berteriak minta tolong kepada rekannya.

“Saat mendengar teriakan itu, Katim Opsnal Polsek Siak Hulu ini melihat temannya yang minta tolong itu dalam posisi jongkok, sementara tersangka YO terlihat berdiri memegang pisau dan akan mengayunkan ke arah tubuh rekannya,” katanya.

Kemudian melihat rekannya terancam Katim Opsnal Polsek melakukan tembakan peringatan ke atas namun tidak dihiraukan. oleh YO, dia tetap melakukan penyerangan kepada petugas yang menangkapnya itu.

Melihat posisi rekannya ini semakin terancam, Katim Opsnal Polsek Siak Hulu itu memutuskan melakukan tindakan tegas terukur menggunakan senjata api ke arah tubuh tersangka YO, dan mengenai dada bagian atas sebelah kanan YO yang membuatnya jatuh ke tanah.

YO sempat ditolong dan dilarikan ke RS Bhayangkara Polda Riau untuk dilakukan tindakan medis, setibanya di RS Bhayangkara dilakukan pemeriksaan oleh dokter dan dinyatakan bahwa YO telah meninggal dunia.

“Anggota terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur karena tersangka YO melakukan perlawanan terhadap petugas dengan senjata tajam, dan posisi anggotanya saat itu dalam keadaan terancam,” ucapnya.

 

 

Reporter: Amri

Comments

Pos terkait