Massa AMMK Tuding Indra Gunawan Eet Diduga Terlibat Rasuah di Bengkalis

  • Whatsapp
Massa AMMK menggelar aksi damai di Kejati Riau.(Istimewa)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU – Nama Indra Gunawan Eet kembali mencuat. Mantan Ketua DPRD Provinsi Riau itu disinyalir terlibat dugaan korupsi proyek multiyears di Kabupaten Bengkalis.

Hal itu disampaikan sejumlah mahasiswa yang menamakan dirinya Aliansi Mahasiswa Menuntut Keadilan (AMMK), Kamis (21/01). Saat itu, AMMK mengggelar aksi damai di kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau.

Dikatakan Koordinator Lapangan (Korlap) dari AMMK, Eko Putra, aksi ini merupakan buntut dari perkembangan perkara korupsi di Kabupaten Bengkalis yang ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pihaknya menilai masih tebang pilih. Itu terlihat dari belum ada ditetapkannya tersangka dari unsur DPRD Bengkalis pasca putusan pengadilan terhadap terhadap tersangka M Nasir dan Hobby Siregar.

“Kasus korupsi proyek multiyear 2013-2015. Jelas-jelas di fakta persidangan, dimana ada aliran dana sebesar Rp2 miliar dibagikan kepada anggota DPRD Bengkalis periode 2009-2014,” ujar Eko Putra.

Indra Gunawan Eet

Dalam perkara rasuah proyek yang dikerjakan tahun 2013-2015 di Negeri Sri Kunjungan itu, ditemukan kerugian negara sebesar Rp475 miliar. Adapun nilai proyeknya mencapai Rp2.5 triliun.

Sementara dalam fakta persidangan proyek tahun 2017-2019, yakni pembangunan jalan Duri-Sei Pakning, terdapat dana mengalir ke sejumlah anggota DPRD Bengkalis periode 2009-2014.

Seperti Indra Gunawan Eet yang kala itu menjabat Wakil Ketua DPRD Bengkalis, kata dia, menerima uang sebesar Rp100 juta. Hal ini terungkap di fakta persidangan yang disampaikan oleh saksi Jamal Abdillah dan Firzhal Fudhoil

Kemudian berdasarkan keterangan saksi Remon Kamil, politisi Partai Golongan Karya (Golkar) itu disinyalir menerima uang dari PT Citra Gading Asritama (CGA) selaku rekanan, sebesar Rp.80 juta.

Pria yang akrab disapa Eet itu pernah dihadirkan sebagai saksi dalam perkara yang menjerat Bupati Bengkalis nonaktif, Amril Mukminin sebagai terdakwa. Saat itu, salah seorang anggota majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara itu mengatakan bahwa Indra Gunawan Eet memberikan keterangan yang berbelit-belit dan berbohong.

Masih dalam persidangan perkara itu, lanjutnya, Eet dan saksi Syahrial diduga menemui Triyanto, pihak PT CGA di Surabaya, Jawa Timur (Jatim) untuk mengambil uang sebesar Rp1,5 miliar. Pada tahun 2017 itu, Eet selaku Wakil Ketua DPRD Bengkalis dan Syahrial menjabat sebagai Ketua Komisi Il DPRD Bengkalis yang membidangi ekonomi pembangunan.

Selanjutnya, diduga Ruby Handoko alias Akok yang kala itu sebagai kontraktor dan saat ini menjabat Ketua Komisi II, dan bersama Syahrial yang juga Wakil Ketua DPRD Bengkalis periode 2019-2024 mengaku mendanai Eet sebesar Rp3,5 miliar untuk menjadikannya sebagai Ketua DPRD Provinsi Riau periode 2019-2024.

“Untuk itu kita menyampaikan sikap, meminta Kejati Riau untuk mengusut perkara dugaan korupsi ini dan jangan tebang pilih dalam menangani perkara,” kata Eko..

Pihaknya juga meminta kepada Kejati Riau untuk segera menetapkan status tersangka kepada Indra Gunawan Eet dan kawan-kawan yang diduga menerima uang proyek multiyears 2013-2015 dan 2017-2019 Bengkalis. Mereka juga meminta agar Eet segera ditahan.

“Kita meminta kepada Kejati Riau untuk menetapkan tersangka kepada Indra Gunawan Eet dkk yang diduga menerima uang suap APBD atau ‘uang ketok palu’ Kabupaten Bengkalis tahun anggaran 2012 untuk proyek multiyears tahun 2013-2015,” imbuhnya.

“Terakhir, kita mendukung Kejati Riau mengusut tuntas dugaan aliran dana proyek multiyears Kabupaten Bengkalis untuk menjadikan Indra Gunawan Eet sebagai Ketua DPRD Provinsi Riau 2019 – 2024,” sambungnya menutup.

Di hadapan pendemo, Bustanul Alim menyatakan akan meneruskan tuntutan AMMK itu ke pimpinan. “Ini sudah kami terima, dan akan kami teruskan ke pimpinan,” singkat perwakilan Kejati Riau itu.

Mendapat tanggapan itu, peserta aksi kemudian membubarkan diri dengan tertib. Aksi itu sendiri mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian.

Penulis : Dodi Ferdian

Comments

Pos terkait