Merasa Dirugikan dan di Bohongi, Nasabah Gugat PT KKI ke Pengadilan Agama Bangkinang

  • Whatsapp

HALUANRIAU.CO, KAMPAR – Merasa dibohongi dan dirugikan sejumlah nasabah menggugat PT. KKI (Kawasan Kurma Indonesia) ke Pengadilan Agama (PA) Bangkinang. Hal itu dilaukan karna mereka menilai PT. KKI tidak memenuhi janji seperti yang telah disepakati di akad pembelian kaplingan kurma di PT tersebut. Lokasi lahan kurma itu terletak di Desa Ranah Sungkai Kecamatan XIII Koto Kampar, Kampar Riau.

Menurut keterengan salah seorang nasabah yang tidak mau namanya dipublikasikan mengatan bahwa persidangan gugatan terhadap PT KKI itu sudah dua kali dilakukan persidangan, pertama dilakukan pada (9/1/2021) kemudian Jumat (15/1/2021).

Dikakatan nasabah itu dalam persidangan kedua itu masih seputar bukti – bukti dan saksi, Minggu depan Kamis (21/1) itu pembuktian di lapangan. Karan pihak PT KKI tidak mengakui wanprestasi, padahal sudah menurut dia pihak PT KKI benar – benar wanprestasi. karena pihka PT tersebut berjanji akan siapkan penanam kurma pada bulan Mei 2019 lalu.

Ia menuturkan bahwa dirinya dan nasabah lainnya merasa dibohongi dan dirugikan, karna perjanjian akad tidak sesuai,

Dikatakan nasabah itu, pada akad dibunyikan penanaman kebun kurman itu berupa 4 kul jaringan dan kedua KL wan. Ditahap 1 pada bulan maret 2020 sebut dia sudah tertanam kebun kurma tersebut, ditahap 2 pada mei 2020 tertanam semuanya. Namun kenyataannya kata dia sampai sekarang belum ada yang ditanam oleh pihak PT.KKI.

“Namun kenyataannya sampai sekarang 2021,
terhitung sudah 4 tahun lahan tak kunjung ditanam, bahkan ada nasabah yang belum mendapatkan kavlingan. Jadi hal ini tidak sesuai dengan yang disebutkan sesuai perjanjian,” ujar nasabah PT KKI kepada haluanriau.co, melalui telphon seluler miliknya Jumat, (15/1).

Dijelaskannya, pada bulan Desember 2020 lalu, ia bersama nasabah lain sudah ke lokasi penaman kurma tersebut, namun kata dia pihaknya masih belum melihat kurma yang ditanam, tidak ada seperti yang di janjikan cuma yang ada ditanam KL wan 2 pokok yang ditanam oleh pihak PT.KKI. Cuma yang ada ditanam yang bayar kes, itupun menurut dia sebagian tidak semuanya.

Nasabah tersebut mengaku mengambil 2 kaplingan, cicilannya kata dia sudah ada yang bayar 7 bulan dan ada yang 4 bulan.

“Saya stop pembayaran ke 5 karna saya ke lokasi lahan saya itu tak ada, saya tanya dimana punya saya ke pihak KKI orang itu hanya menunjukan bloknya, namun saya lihat nyatanya gak ada belum ditanam saat itu,” katanya.

“Saya sudah komplain, pada saat kami datang pertama pihak PT KKI berjanji menyelesaikan tanaman kurma itu. Janji pertama Desember 2018 tahap 1 udah selesai penaman janji nya. Nyatanya gak juga, kami tabayun lagi karna ini program sariah kami percaya aja. Setelah kami datang lagi, gak juga ada yang ditanam. Saat itu kami bilang kalau sudah ditanam baru kami bayar,” katanya.

Kemudian kata dia orang itu bilang ia, kebun kurma tersebut akan mereka tanam, mereka buat perjanjian lagi dibulan maret 2020 akan selesai semuanya.

“Padahal di akad itu sudah jelas – jelas punya saya udah ditanam, trus akad teman saya yang lainnya setelah 6 bulan akad lahan akan ditanami dan teman saya yang lainnya setelah satu tahun selesai akad akan ditanam, tapinyatanya gak ada juga,” ucapnya.

“Semua yang nuntut itu gak ada punya mereka yang ditanam. Dengan kejadian ini saya sudah tidak percaya lagi dengan PT.KKI ini karna janji – janji terus dari 2017 tahap 1 sampai 2021. Sudah 4 tahun loh seharusnyakan sudah berhasil seperti yang mereka janjikan dulu dalam 4 tahun sudah berhasil, nyatanya sekarang ditanam aja belum selesai,” pungkasnya.

“Saya sebagai nasabah dan teman-teman saya lainnya, hanya mengingkan uang kami di kembalikan,” imbuhnya.

Pihak PT.KKI saat berita ini diterbitkan belum bisa dimintai keterangan resmi terkait hal tersebut.

 

 

Reporter: Amri

Comments

Pos terkait