Karna Permasalahan Kesehatan, Bupati Kampar, Forkopimda dan Sejumlah Tokoh Lainnya Gagal di Vaksin

  • Whatsapp
Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto, saat melakukan pengecekan kesehatan.

HALUANRIAU.CO, KAMPAR – Perdana dilakukan vaksin di Kampar, banyak tokoh masyarakat Kampar yang batal diberikan vaksin. Karna adanya sejumlah permasalahan kesehatan, seperti tensi darah tinggi dan ada juga yang sedang melakukan terapi atau mengkonsumsi obat tertentu.

Sebelumnya diagendakan sebanyak 15 tokoh masyarakat di Kabupaten Kampar, termasuk Bupati Kampar dilakukan vaksinasi hari ini, Jumat (15/1) di Puskesmas Kuok, hanya dua tokoh masyarakat saja dilakukan vaksinasi

Adapun tokoh masyarakat yang batal di vaksin hari ini yakni, Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto beserta istri, Dandim 0313/KPR Letkol Inf Leo Octavianus Sinaga, Kapolres Kampar AKBP Mohammad Kholid, Kejari Kampar Suhendri, Danyon Mayor Inf M Syafii Nasution.

Kemudian, Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar Yusri, Wakil Sekretaris PMI Dr Nurzammi M.Kes, Kasi Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Kampar Ejon Asmanto, Kepala Pelaksana BPBD Kampar Afrudin Amga dan Kepala Kemenag Kampar Alfian tidak dapat di vaksinasi.

Selain itu dari sejumlah tokoh yang dijadwalkan melakukan vaksinasi ada beberapa tokoh masyarakat yang tidak hadir. Seperti Ketua Pengadilan Negeri Bangkinang Riska Widiana, dan Ketua MUI Mawardi Muhammad Saleh tidak tampak hadir dilokasi acara.

Sementara itu, dua tokoh masyarakat yang jadi di vaksin hari ini yakni Ketua IDI Kampar Nur Aisyah, IBI Kampar Satiti Rahayu dan Ketua IDI Nur Aisyah, serta salah seorang tokoh muda sekaligus Ajudan Pribadi Bupati Kampar menerima vaksinasi hari ini.

Dalam arahannya Bupati Kampar Catur Sugeng mengatakan, pemberian vaksin serentak secara nasional sudah dilaksanakan pada tanggal 13 Januari kemaren yang diadakan di Istana Negara dan diawali oleh Presiden, ini merupakan pertanda bahwa penyuntikan vaksin kepada seluruh masyarakat sudah dimulai.

“untuk itu saya menghimbau kepada seluruh elemen mesyarakat hendaknya ikut melaksanakan vaksin ini agar kita terhindar dari penyebaran covid-19. Semoga ini efektif untuk memutus mata rantai covid-19, setelah ini dilewati, kita semua menjadi sehat dan ekonomi kita kembali stabil, namun tentunya tetap masih melaksanakan protokol kesehatan,” kata Catur

Namun pada kesempatan itu, Catur mengatakan dirinya gagal menerima vaksin karena tidak memenuhi syarat yang ditentukan oleh petugas medis di karenakan mengalami hipertensi, batuk serta pilek.

“Kalau nantinya tensi saya sudah stabil, batuk dan pilek sudah tidak ada lagi, maka saya akan segera di vaksin oleh petugas kesehatan,” ucap Catur.

Kepala Dinas Kesehatan, Dedi Sambudi, menambahkan sebagai panitia pelaksana pemberian vaksin mengatakan bahwa Vaksin adalah produk biologi, akan berproses didalam tubuh, sehingga menjadi kebal, apabila nantinya kita terpapar virus covid-19, maka tidak akan terlalu berpengaruh pada tubuh kita, produk biologis ini berisi antigen berupa mikro organisme.

“Untuk di Kabupaten Kampar sudah tersedia 2400 botol yang akan diberikan kepada 2560 tenaga kesehatan yang sudah terdaftar, ini bertujuan untuk membuktikan kepada kita semua bahwa vaksin yang diberikan kepada masyarakat dalam kondisi baik dan halal, dan ini juga akan di distribusikan kepada 31 puskesmas yang ada di Kabupaten Kampar,” kata Dedi.

Dedi juga mengatakan, jika terjadi sesuatu hal setelah dilakukan pemberian vaksin ini, maka kita telah menyiapkan Komisi Daerah Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (Komda KIPI) yang diketuai oleh dokter spesialis penyakit dalam dan juga sudah disiapkan ruangan untuk mengantisipasi terjadinya hal tersebut misalnya pembengkakan di daerah suntikan dan efek lainnya.

“Kita berharap, semua proses ini berjalan dengan baik dan lancar, sehingga masyarakat sehat dan ekonomi kembali bangkit,” ujar Dedi.

Sementara itu Ketua IDI Kampar, Nur Aisyah, yang di vaksin hari inj mengatakan bahwa dirinya dalam kondisi baik-baik saja setelah di vaksin dan ia menghimbau masyarakat agar jangan takut untuk divaksin.

“Masyarakat tidak perlu khawatir divaksin karena vaksin ini diluncurkan tidak untuk hal sia-sia tetapi untuk kesehatan masyarakat,” kata Nur Aisyah.

Senada dengan Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Satiti Rahayu, ia mengaku baik-baik saja setelah setelah dilakukan divaksin.

Ia berpesan kepada masyarakat untuk tidak khawatir divaksin, menurutnya jika ada masalah kesehatan setelah divaksin ada tim imunisasi dan vaksin dari Dinas Kesehatan.

“Jika ada masalah kesehatan setelah di vaksin, ada tim imunisasi dan vaksin dari Dinas Kesehatan,” katanya.

 

 

Reporter: Amri

Comments

Pos terkait