Kabar Gembira, Dinas Perhubungan Siak Akan Terapkan Sistim KIR Smart Card

  • Whatsapp
Kepala Dinas Perhubungan Siak Junaidi SE MM.

HALUANRIAU.CO, SIAK- Dalam waktu dekat, Dinas Perhubungan Kabupaten Siak akan menerapkan digitalisasi pengujian kendaraan bermotor dengan sistem KIR SMART CARD .

Hal tersebut di katakan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Siak Junaidi SE MM, kepada awak media Rabu (13/1) pagi.

Lebih lanjut Junaidi mengatakan, untuk Kabupaten Siak hanya tinggal menunggu Kartu Smart Card saja dari kementrian perhubungan, karena pengadaan kartu tersebut satu pintu.

“Insya allah bulan Februari kita sudah menerapkan sistim KIR Smart Card, ujar Junaidi.

Sistem ini merupakan program digitalisasi layanan uji berkala [UBer] disertai dengan kartu pintar [Smart Card] pada BLUe [Bukti Lulus Uji Elektronik] , sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan [Permenhub] Nomor PM 133 Tahun 2015 Pasal 16 ayat [3] huruf c tentang Pengujian Berkala Kendaraan Bermotor.

Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor SK.2922 / AJ.402 / DRJD / 2018 tentang perubahan atas peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor SK.2874 / AJ.402 / DRJD / 2017 tentang Pedoman Teknis Bukti Lulus Uji Berkala Kendaraan Bermotor, yang di tetapkan pada tanggal 8 Mei 2018.

Dikatakan Junaidi, melalui smart card, secara otomatis data pengujian kendaraan bermotor akan terintegrasi secara nasional, dan penggunaan smart card ini juga dapat meminimalisir potensi pemalsuan buku uji kendaraan bermotor.

Selain mendapatkan kemudahan dan keamanan, smart card juga membuat percepatan pelayanan pada masyarakat, dimana semua sistem pengecekan sudah berbasis pada teknologi.

Dengan melakukan pengujian, sebuah kendaraan akan lebih terjamin kelayakannya untuk bisa beroperasi dijalan raya, agar menekan angka kecelakaan lalulintas khususnya untuk di Kabupaten Siak, tambahnya.

Seluruh bukti KIR dirubah dengan sistem digitalisasi dan pewajib uji KIR mendapatkan 3 [tiga] elemen BlUe , yaitu kartu Uji berupa Smart Card sebagai pengganti kartu uji berkala / buku uji, berlaku 1 [satu] tahun atau dapat digunakan 2 kali uji berkala, dan dapat dibaca setiap saat tanpa memerlukan jaringan internet dengan menggunakan sistem Radio Frequency Indetification [RFID].

Lembar Hasil Uji berupa kertas yang memuat data teknis kendaraan wajib uji dan hasil uji berkala, berlaku selama jangka waktu 6 [enam] bulan, sebagai media serta alat bantu petugas dalam melakukan pengawasan & pemeriksaan kendaraan bermotor di jalan.

“Tanda Uji sebagai pengganti stiker tanda samping, di tempel pada kaca depan bagian kiri bawah dilengkapi QrCode & hologram , hal ini juga dapat mempermudah sebagai media serta alat bantu petugas dalam pengawasan & pemeriksaan kendaraan bermotor di jalan, tutup Junaidi.

 

 

Reporter: Dolly Sandro

Comments

Pos terkait