Berkas Kompol Imam yang Selundupkan 16 Kg Sabu Kembali Dilimpahkan ke Jaksa

  • Whatsapp
Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU-Berkas perkara Imam Ziadi Ziad kembali dilimpahkan ke Jaksa Peneliti. Pelimpahan berkas tersangka oknum berpangkat Komisaris Polisi ini merupakan yang kedua kalinya dilakukan penyidik pada Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Riau.

Imam ditangkap bersama seorang rekannya, Hendry Winata di Jalan Soekarno Hatta Pekanbaru, Jumat (23/10/2020) malam. Saat itu, penangkapan dua pelaku diwarnai drama kejar-kejaran dan tembakan senjata api.

Bacaan Lainnya

Pasca ditangkap, penyidik berupaya melengkapi berkas kedua tersangka. Sebelumnya, penyidik telah melimpahkan berkas tersangka beberapa waktu lalu. Namun berdasarkan hasil penelaahan Jaksa, berkas dinilai masih ada kekurangan.

Jaksa kemudian mengembalikan berkas perkara tersebut disertai petunjuk yang harus dilengkapi atau P-19. Mendapat petunjuk, penyidik kembali melengkapi berkas perkara.

“Hari Jumat kemarin, setelah dilaksanakan petunjuk Jaksa, berkas sudah dikirim kembali ke JPU (Jaksa Penuntut Umum,red),” ujar Direktur Resnarkoba Polda Riau, Kombes Pol Victor Siagian, Selasa (12/1).

Saat ini, kata Kombes Pol Victor, pihaknya tinggal menunggu arahan dari Jaksa Peneliti. Apakah berkas itu sudah dinyatakan lengkap, atau sebaliknya.

Terpisah, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Penkum) dan Humas Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Muspidauan, membenarkan jika pihaknya telag menerima berkas tersangka Kompol Imam.

“Setelah ini akan kembali kita teliti, apakah sudah memenuhi syarat formil dan materil,” kata Muspidauan.

Jika sudah lengkap, maka berkas dinyatakan P-21 dan akan dilanjutkan proses selanjutnya, yakni tahap II atau penyerahan tersangka dan barang bukti ke JPU. Namun jika belum, maka berkas akan dikembalikan lagi ke penyidik, supaya dilengkapi, disertai dengan petunjuk Jaksa.

Sebelumnya, Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi pernah memaparkan kronologis pengungkapan perkara itu. Menurut Kapolda, target awal pihaknya adalah Hendry Winata yang beralamat di Jalan Permata Perum Villa Permata Indah Blok E No. 25, Payung Sekaki, Pekanbaru.

“Awalnya fokus kita kepada HW (Hendry Winata,red) ini dan kita lakukan penyelidikan di sekitar rumahnya. Namun beberapa saat kemudian datang saudara IM (Imam Ziadi,red) yang kemudian masuk ke dalam rumah HW,” ujar Kapolda Riau.

Keduanya kemudian meninggalkan rumah tersebut dengan mengendarai satu unit mobil merek Opel Blazer dengan nomor polisi BM 1306 VW. Polisi kemudian melakukan pembuntutan terhadap mobil tersebut.

Sesampai di Jalan Parit Indah, kata Kapolda, mobil tersebut dihampiri seorang pengendara sepeda motor. Sang pengendara itu diketahui memasukkan 2 buah tas ransel ke dalam mobil.

“Kemudian kita lakukan pengejaran (terhadap mobil itu),” sebut mantan Deputi Siber pada Badan Intelijen Negara (BIN) itu.

Saat itu lah drama kejar-kejaran terjadi. Untuk menghentikan laju kendaraan, polisi dari Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Riau melepaskan tembakan peringatan ke arah ban, namun hal itu tak diindahkan pelaku.

Tak ingin targetnya lepas, polisi kemudian melepaskan tembakan ke arah mobil, sehingga berhenti di Jalan Soekarno Hatta tepatnya di depan Showroom Arengka Auto Mall Pekanbaru. Di sana kedua pelaku berhasil diringkus.

“Kita lakukan upaya paksa dengan menghentikan dengan harapan berhenti dengan kita tembak bannya tapi yang bersangkutan tidak berhenti. Kemudian kita lakukan upaya paksa dengan melakukan penembakan kepada yang bersangkutan (di dalam mobil),” beber Kapolda.

Melihat kronologis tersebut, Kapolda menyebut masuknya Kompol Imam dalam perkara tersebut berawal dari penyelidikan pihaknya terhadap Hendry Winata. Dari sana, pihaknya melakukan pendalaman.

“Target kita adalah HW, dan kemudian dalam prosesnya yang kita tahu HW akan melakukan transaksi narkoba, kemudian kita lakukan pendalaman, penyelidikan di sekitar rumah yang bersangkutan,” tutur Jenderal bintang dua itu.

“Kita masih melakukan pendalaman, penyelidikan kita belum selesai dalam kasus ini. Tentu kita akan menemukan siapa yang kemudian mengendalikan, siapa yang kemudian membantu,” sambungnya.

Pendalaman itu juga terkait pelaku yang menggunakan sepeda motor, yang memasukkan narkoba ke dalam mobil. ” Tentu kita akan mengejar mereka,” tegas Irjen Pol Agung.

Pasca penangkapan, pihaknya mulai melakukan proses penyidikan, baik soal dugaan pelanggaran Kode Etik Profesi Polri (KKEP) yang dilakukan Kompol Imam, maupun terkait penegakan hukum dalam perkara tindak pidana narkotika.

Untuk KKEP, Kompol Imam terancam dipecat sebagai anggota Polri.

Saat disinggung terkait peran Kompol Imam dalam perkara ini, Kapolda memberikan penjelasannya.

“IM kemudian orang yang diminta HW untuk mengantar. Artinya untuk memberikan perlindungan kepada HW atas rencana pengiriman sabu-sabu 16 kilogram tersebut,” imbuh Kapolda seraya mengatakan, saat penangkapan pihaknya tidak menemukan senjata api di tubuh Kompol Imam.

“Kita tidak menemukan senjatanya,” pungkas Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi.

 

 

Penulis: Dodi Ferdian

Comments

Pos terkait