Sudah 56 Kantong Jenazah Dengan 58 Sampel DNA DIterima DVI

  • Whatsapp

HALUANRIAU.CO, JAKARTA-Pesawat Boeing 737-500 milik Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ-182 jatuh diperairan Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1) siang, setelah sebelumnya hilang kontak pascalepas landas.

Peristiwa nan tragis itu berawal kala pesawat Sriwijaya Air nomor register PK-CLC engan rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu pukul 14.40 WIB dan jatuh di perairan Kepulauan Seribu di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.

Pesawat jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 nautical mile di sebelah utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.

Hingga Selasa (12/1), tim DVI Polri sudah menerima sedikitnya 56 kantong jenazah, 58 DNA keluarga korban yang berisi potongan tubuh korban dan selain itu juga diterima serpihan pesawat dan satu orang jenazah sudah teridentifikasi atas nama Okky Bisma.

Humas Basarnas Yusuf Latif menjelaskan kapal dari Polisi Air Polda Metro Jaya pada pukul 15.00 WIB telah menyerahkan kantong berisi 56 bagian tubuh yang sudah berhasil dikumpulkan dari penyisiran di Pulau Lancang dan Pulau Laki, Kepulauan Seribu sejak Minggu (10/1/2021).

Selain kantong berisi 14 bagian tubuh korban, kata Yusuf, Polisi Air juga menyerahkan beberapa kantong yang berisi 53 properti serpihan pesawat Sriwijaya Air SJ 182.

Di tengah pencarian yang masih terus berlangsung, ada beragam kesaksian dari warga seputar detik-detik mencekam jatuhnya pesawat yang membawa 62 orang itu.

 

 

Sumber: cnbc.com

Comments

Pos terkait