Kejari Kampar Terima Uang Pengganti Rp 297 Juta di Kasus SUT

  • Whatsapp

HALUANRIAU.CO, KAMPAR – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kampar berhasil mengembalikan uang kerugian Negara sebesar Rp297 juta. Dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi Penyimpangan pengelolaan dana makan dan minum pada Sekolah Negeri Unggul Terpatu (SUT) Serambi Mekkah Kabupaten Kampar.

Uang ratusan juta itu dikembalikan oleh terdakwa Sofian, melalui istri dan kuasa hukumnya.

“Hari ini kami dari bidang Pidsus Kampar atas inisiatif dari terdakwa sofian maupun keluarganya didampingi juga pengacaranya mereka melakukan pengembalian kerugian keuangan Negara,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kampar melalui Kasi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Amri Rahmanto Sayekti, Selasa (12/1/2021).

“Sebesar sebesar Rp297.466.283, sesuai yang dibebankan ke terdakwa,” sambung dia.

Dimana kata dia, uang itu diserahkan melalui istri terdakwa disaksikan anak terdakwa dan didampingi kuasa hukum terdakwa.

“Uang yang sudah diserahkan itu, sementar kita titipkan ke rekening bank BRI sampai menunggu putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Barulah uang titipan itu kita eksekusi, dalam artian kita cairkan dan kita storkan ke kas negara sebagaimana amanat yang tertuang dalam putusan pengadilan,” katanya.

Dijelaskan Amri, terdakwa Sofian sekarang sudah sidang, dalam hal ini sudah masuk ke pemeriksaan saksi. Dia terdakwa dalam pengadaan makan minum di Sekolah Negeri Unggulan Terpadu Serambih Mekah Kabupatenkampar.

“Dimana siterdakwa ini merubah sistem pengadaan makan minum yang dilakukan oleh pihak ketiga. Dizaman siterdakwa ini dirubahlah dari tadinya pihak ketiga menjadi sistem swakelola, tapi ini pun bukan swakelola murni karna tidak ada tim swakelola dibentuk seolah olah seperti swakelola,” sebut dia.

“Dari kegiatan itu terdapat selisih antara pembelanjaan riel dengan apa yang dicairkan dan menurut perhatian kami maupun BPKP yang dibebankan ke terdakwa yaitu sebesar Rp.297.466.283 yang dititipkan hari ini,” terangnya.

Namun sebut Kasi Pidsus itu, dengan adanya pengambalian kerugian uang negara itu tidak semerta merta perbuatan dari siterdakwa tersebut gugur atau hapus. Pihaknya tetap berjalan dengan proses persidangan membuktikan kesalahan terdakwa dan terdakwa juga dihukum.

“Namun dengan adanya pengembalian keruguan negara ini setidaknya ada itikad baik dari terdakwa untuk mengembalikan kerugian negara dan inipun nantinya bisa menjadi pertimbangan bagi kami maupun nanti bagi hakim mungkin ya. Kalau bagi kami untuk melakukan penuntutan maupun bagi hakim untuk menjatuhkan pidana,” katanya.

“Jadi dengan adanya pengembalian ini ada pertimbangan dari kami dalam menentukan penuntutan dan bagi hakim menjatuhkan pidana ada pertimbangan disitu,” ucapnya.

“Pasal yang disangkakan kepada terdakwa sebagaimana dakwaan kami premiernya pasal 2 subsisdennya pasal 3 ancaman hukuman pasal 2 minimal 4 tahun maksimal 20 tahun, Pasal 3 itu maksimal 20 tahun,” pungkasnya.

 

 

Reporter: Amri

Comments

Pos terkait