Jasa Raharja Jamin Santunan Bagi Ahli Waris Penumpang Pompong yang Tenggelam di Perairan Sungai Siak

  • Whatsapp
Kepala Cabang Jasa Raharja Perawang Indrayana SE, saat berada dirumah Ahli Waris Purwanto.

HALUANRIAU.CO, SIAK-Tim gabungan dari Polsek Tualang dan Dit Pol Air Polda Riau serta TNI AL masih melakukan pencarian terhadap Purwanto (50) korban yang terjatuh ke Sungai Siak saat berada di atas Pompong penyeberangan Desa Pinang Sebatang Kecamtan Tualang Kabupaten Siak Riau,

Hingga berita ini terbit Korban belum berhasil ditemukan oleh Tim gabungan, sejauh ini terlihat masi melakukan pencarian terhadap korban Purwanto (50) di sepanjang perairan sungai Siak menggunakan kapal milik TNI-AL dan Dit Pol Air Polda Riau.

Atas kejadian tersebut , Kepala Jasa Raharja Cabang Perawang Indrayana SE mengatakan pihaknya saat ini sedang menunggu identifikasi korban sebelum menyerahkan santunan kepada keluarga korban. “Adapun, pendataan terhadap korban dan keluarga korban sedang dilakukan, ujar Indra kepada awak media.

Indra menjelaskan sesuai Undang-Undang No. 33 dan 34/1964 tentang Asuransi Kecelakaan Penumpang Umum dan Lalu Lintas Jalan, perusahaan memberikan santunan kepada pihak yang mengalami musibah kecelakaan saat menumpang angkutan umum dan korban kecelakaan lalu lintas jalan. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan RI No. 15 dan 16 /PMK.10/2017, besaran santunan untuk korban kecelakaan lalu lintas darat/laut/udara adalah Rp50 juta untuk korban yang meninggal dunia.

Purwanto bersama Istri dan tiga orang anaknya.

Terlihat Kepala Jasaraharja cabang Perawang Indrayana SE, mengunjungi rumah Korban Purwanto (50) , Selasa (12/1) pagi.

Di rumah duka, Kepala Jasaraharja Cabang Perawang Indrayana bertemu langsung dengan istri korban bernama Hanik Widayati (51) beserta tiga orang anak korban diantaranya dua orang laki-laki dan satu perempuan.

Indrayana menyampaikan turut berduka cita atas peristiwa yang menimpa Purwanto (50) , semoga Jasad Purwanto segera ditemukan hari ini, dan keluarga bisa tabah menerima semua cobaan ini.

Istri Purwanto Hanik Widayati menceritakan , dirinya bersama anak-anak tidak ada firasat akan terjadi musibah ini, kami sekeluarga tidak menyangka kejadian ini pak, ujar Hanik yang meratapi kepergian sang suami.

“Suami saya itu orangnya pendiam, dan di rumah dia tidak banyak bicara , tuturnya.

Baca Juga: https://riau.haluan.co/2021/01/12/pengusaha-tahu-di-perawang-tenggelam-di-perairan-sungai-siak/

“Sore semalam saya di datangi Pak RT kerumah, beliau menanyakan ada bapak buk, ya saya jawab ada di dalam pak, saya cek ke kamar namun suami saya tidak ada di dalam kamar, lalu saya cari kedapur tempat biasa kami bekerja membuat tahu dan tempe, kisahnya.

“Lalu saya mengatakan kepada Pak RT kalau suami saya tidak ada dirumah, mungkin lagi keluar atau kepasar, namun alangkah terkejutnya saya saat Pak RT mengatakan kabar kalau suami saya kecelakaan di Fery, katanya sambil mengusap air mata.

Kesedihan juga tampak di wajah anak tertua Purwanto bernama Doddy Arifansyah (25) bersama dua orang adiknya .

Doddy menceritakan terakhir berkomunikasi sama ayahnya pada hari Minggu (10/1) yang lalu. “Saya kuliah di Pekanbaru jadi sore minggu itu ternyata menjadi hari terakhir saya bertemu Ayah, ujarnya sedih.

Semoga Ayah kami bisa ditemukan secepatnya, dan dari sore kemarin kami belum ada tidur karena belum mendapatkan kabar keberadaan ayah, kata anak sulung Purwanto itu.

 

 

Reporter: Dolly Sandro

Comments

Pos terkait