BPOM Keluarkan Kalayakan Vaksin, MUI Keluarkan Fatwa Halal Vaksin Covid-19

  • Whatsapp
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU-Majelis Ulama Indonesia (MUI), telah menetapkan vaksin Covid-19 dari Sinovac Life Sciences Co. Ltd. China dan PT. Bio Farma (Persero), Halal atU boleh digunakan untuk umat Islam sepanjang terjamin keamanannya menurut ahli yang kredibel dan kompeten. Fatwa MUI tersebut resmi dikeluarkan tepat pada tanggal 11 Januari 2021, dengan nomor Fatwa MUI Nomor, 02 Tahun 2021.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir, mengatakan, selain dari fatwa MUI yang telah menyatakan halal, terlebih dahulu dari Balai Pengawasan Obat dan Makanan (POM) juga telah mengeluarkan kalayakan vaksin tersebut aman digunakan dan bisa disuntikkan kepada masyarakat.

“Sekarang sudah ada hitam diatas putihnya, sudah ada fatwa MUI kehalalan vaksin tersebut, selain itu juga sudah ada izin dari badan POM juga sudah keluarkan, jadi tidak ada hambatan lagi. DariPOM sudah keluar, izin penggunaan darurat,” jelas Mimi Yuliani Nazir.

Dijelaskan Mimi, dengan telah keluarnya fatwa MUI dan kalayakan dari badan POM, maka sesuai dengan jadwal, tanggal 14 Januari sudah memulai penyuntikan kepada tokoh masyarakay, dan tenaga kesehatan yang telah menjalani pemeriksaan kesehatan.

“Tanggal 14 tetap dijalankan penyuntikan, kalau tanggal 13 sudah pakai penyuntikan pertama kepada Presiden RI. Selanjutnya baru Provinsi dan kabuapten kota. Insya Allah besok (hari ini red) semua dikirimkan, ke Kabupaten Kota, dan screaning untuk penyuntikan juga dikeluarkan,” jelas Mimi.

Untuk Provinsi Riau sendiri, tahap awal vaksin yang diterima sebanyak 20 ribu dosis vaksin covid-19. Tahap pertama yang menerima priorotas tenaga kesehatan, dan tokoh masyarakat yang telah menjalani screning kesehatan. Jika telah melakukan screnaning kesehetan akan menerima sms 11, dan melakukan registrasi ulang.

“Penerima vaksin covid-19 akan menerima sms 11, dan dilanjutkan dengan registrasi segera sms. Jika sudah terima kalau tak di registrasi tak didaftar ulang maka tidak akan menerima. Dari sms 11 ini akan diberikan informasi, vaksinnya dimana dan Rumah sakit mana, puskesmas mana, atau memilih faskesnya, nanti dibuktikan dengan pendaftaran ulang dihari penyuntikan. Yang dilayani sms 11 dan sudah merigstrasinulang,” tegas Mimi.

\

 

Reporter: Nurmadi

Comments

Pos terkait