Pasutri Asal Rumbai Pesisir Pekanbaru Jadi Korban Musibah Sriwijaya Air

  • Whatsapp
Ikhsan Adhlan dan Putri Triwahyuni postingan terakhirnya sebelum naik pesawat yang diunggah rekannya, Ike

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU-Duka mendalam dialami oleh para keluarga musibah pesawat Sriwijaya Air yang hilang kontak di Pulau Seribu, Sabtu (9/1) sore.

Duka ini juga dialami warga Jalan Sembilang Kecamatan Rumbai Pesisir Kota Pekanbaru.

Pasangan suami istri, Ikhsan Adhlan Hakim dan Putri Wahyuni yang merupakan warga Rumbai Pesisir juga berada di dalam Pesawat Sriwijaya Air Jakarta-Pontianak tersebut.

Mereka berada dalam 40 penumpang dewasa, tujuh anak-anak, dan tiga bayi, ditambah 12 orang kru. Ke-12 orang itu terdiri dari enam kru aktif dan enam ekstra kru.

Ikhsan Adhlan memang berasal dari Pontianak sementara Putri merupakan warga Rumbai Pesisir. Keduanya saat ini tinggal di Jakarta pasca pernikahan mereka September 2020 lalu.

Informasi ini diketahui dari postingan cerita media sosial Whatsapp milik Ike warga Rumbai.

Ike memposting gambar postingan terakhir putri yang di dalamnya tertulis “udah tinggal jalan taunya delay aah mantap….”

Dalam postingan itu Ike menambahkan tulisan “semoga ada keajaiban utk adek (panggilan Putri) dan suami. Kaget dngr kbar kalau kalian ada dalam musibah pesawat jatuh….👐

Sejauh ini pihak keluarga masih berharap bahwa wanita yang pernah belajar di SMPN 15 Rumbai dan MAN 1 Pekanbaru beserta suaminya bisa selamat dari musibah itu seperti harapan keluarga korban lainnya.

Postingan duka juga ditampilkan rekan rekan Ikhsan.

“Semoga ada keajaiban… Ihsan Adhlan Hakim” tulis akun facebook Setiadi Pura.

“Bener2 shock ngeliat manifest Pesawat SJ 182, Semoga secepatnya dirimu dan istri ditemukan, Selamat jalan Kawanku Ihsan Adhlan Hakim, Tenanglah dalam kedamaian yang abadi 😥😥” tulis akun facebook Ardi Pakpak.

Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati menjelaskan pesawat tinggal landas pada pukul 14.36 WIB. Kemudian pada pukul 14.37 WIB, pihak ATC mengizinkan pesawat naik ke ketinggian 29 ribu kaki.

Tetapi, pada pukul 14.40 WIB, pesawat SJ-182 terdeteksi tidak ke arah 0,75 derajat, melainkan menuju arah barat laut. “Tidak lama kemudian, dalam hitungan detik, pesawat hilang dari layar radar,” kata Adita.

Ia kembali menyebutkan, manifes pesawat terdiri dari 40 penumpang dewasa, tujuh anak-anak, dan tiga bayi, ditambah 12 orang kru. Ke-12 orang itu terdiri dari enam kru aktif dan enam ekstra kru.

“Kami menyampaikan prihatin dan berharap bisa segera melakukan pencarian sekaligus penyelamatan,” ujar Adita.

Ia menyatakan keluarga penumpang bisa menghubungi hotline informasi penumpang di nomor 021-80637817. Atau, pencarian maupun pemberian informasi juga bisa datang langsung ke terminal 2 D Kedatangan Soekarno Hatta.

Sementara, Dirut PT Sriwijaya Air Jefferson Irwin Jauwena menyatakan pihaknya sudah menyiapkan dua posko yang dibantu oleh AP 2, yakni di Bandara Soekarno Hatta dan di Bandara Supadio Pontianak. Pihaknya juga menambah posko di kantor Sriwijaya Air.

“Kami akan beri pendampingan semaksimal mungkin untuk keluarga. Koordinasi sangat ketat dalam proses pencarian SJ-182 ini,” kata dia.

Comments

Pos terkait