Dalam Sehari, Dua Peristiwa Gantung Diri di Pekanbaru

  • Whatsapp
Jenazah korban diduga gantung diri di Kecamatan Limapuluh usai dievakuasi, dan keluarga membuat surat untuk tidak dilakukannya autopsi.

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU-Masyarakat Kota Pekanbaru heboh dengan kejadian yang serupa terjadi dalam satu hari ini, Sabtu (9/1). Adanya penemuan dua sosok perempuan yang diduga gantung diri dilokasi yang berbeda.

Pertama, masyarakat menemukan sosok perempuan yang tergantung di ventilasi kamar kos yang berada di Jalan di Jalan Soemporna Gang Flamboyan, Payung Sekaki.

Sosok perempuan itu bernama Sriharteni (25), ditemukan dalam keadaan tergantung dengan seutas selendang warna cokelat. Korban diduga gantung diri.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Nandan Mu’min Wijaya melalui Kapolsek Payung Sekaki Iptu Agung Rama mengatakan bahwa peristiwa itu diketahui oleh rekan kerjanya.

“Pagi, korban dihubungi oleh rekannya karena tidak masuk kerja, namun setelah dihubungi via handphone tidak ada jawaban dari,” kata Juper.

Siangnya, rekannya itu mendatangi tempat kos korban untuk mengecek keberadaan, dan di jumpai korban dalam posisi tergantung dengan leher terikat kain selendang warna coklat yang di ikatkan di ventilasi pintu masuk kamar kos.

Melihat hal itu, rekannya langsung meminta bantuan dengan memanggil pemilik kos, namun tak mendapat respon. “Kemudian rekannya itu berusaha membuka ikatan selendang yang mengikat leher korban dengan menggunakan tangan, namun tidak berhasil. Kemudian mengambil pisau yang ada di dapur kos korban dan memotong ikatan yang mengikat leher,” jelasnya.

Setelah itu, rekannya meletakkan jasad korban ke lantai, barulah mencari pertolongan selanjutnya. Pemilik kos langsung menghubungi pihak kepolisian.

Setelah itu, temuan perempuan gantung diri juga membuat heboh warga di Kecamatan Limapuluh. perempuan itu bernama Nuri Hartati (45), ditemukan tergantung di pintu kamar rumahnya di Jalan Sungai Kampar Kelurahan Tanjung Rhu, Limapuluh.

Kapolsek Limapuluh Kompol Sanny Handityo menyebut bahwa temuan itu diketahui sekira pukul 15.30 WIB oleh keluarganya. “Siangnya, saksi bersama anak korban izin pergi keluar, setelah pulang kembali, keberadaan korban ditemukan didalam kamar dalam keadaan tergantung,” kata Sanny.

Dalam peristiwa ini, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan. “Terhadap korban, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dan hanya bekas lilitan kain di leher korban,” ulasnya.

Pihak keluarga tidak bersedia korban utk dilakukan otopsi dan kemudian membuat surat pernyataan tidak dilakukan otopsi jenazah ke rumah sakit.

“Berdasar keterangan keluarga korban, sebelum terjadi gantung diri, pihak keluraga sudah mengetahui bahwa korban sudah mengalami depresi,” tukasnya.

 

 

Reporter: Akmal

Comments

Pos terkait