Mengatasi Pelecehan Seksual: Menjadi Perempuan Yang Lebih Speak Up

  • Whatsapp

Oleh: Ihdina Rahmadhani Harahap (Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Riau)

Sifat atau karakter lemah dan tidak berdaya sangat kental melekat pada diri perempuan. Sehingga orang-orang merasa dapat berbuat apapun kepada mereka dengan tujuan yang merugikan. Salah satunya yaitu pelecehan seksual. Hal ini kerap kali dialami perempuan di tempat-tempat umum atau kendaraan umum. Kejadian ini tentu saja tidak dapat dibiarkan terus menerus. Maka dari itu kita perlu tau hal- hal apa yang dapat dilakukan untuk mengatasinya:

Menanggapi Catcalling

Hal satu ini pastinya sudah dialami oleh kebanyakan perempuan pada umumnya. Catcalling adalah perlakuan berupa siulan, panggilan, seruan, atau apapun yang sifatnya verbal dengan tendensi seksual, kepada perempuan (atau gender lain, tapi pada umumnya perempuan) yang sedang lewat.

Apabila mengalami hal ini, bersikap tegas dan tunjukan ekspresi ketidaksukaan terhadap hal tersebut. Jangan bersikap malu-malu atau malah diam saja, karena mereka tidak akan berhenti dan mungkin malah semakin menjadi-jadi. Kamu juga bisa memberikan respon seperti membalas komentarnya dengan ketus.

Bersikap tegas dan berani memberikan teguran

Bagi pengguna transportasi umum dimana dalam transportasi tersebut terdapat banyak orang, biasanya pelecehan seksual berupa sentuhan pada beberapa bagian tubuh adalah hal yang rawan terjadi, pada saat berdesak-desakan misalnya. Jika hal ini terjadi, segeralah berganti posisi dan tegur secara tegas dan lantang agar ia merasa dipermalukan dan orang disekitarpun akan ikut memperhatikannya. Dengan begitu ia tidak akan berani lagi melakukan hal tersebut. Juga bisa dengan segera memberitahu satpam atau petugas kendaraan umum tersebut agar menurunkannya segera di pemberhentian selanjutnya.

Bekali diri dengan pengetahuan bela diri

Kemampuan bela diri sederhana juga harus diketahui oleh para perempuan lho. Bagaimanapun juga, sebagai perempuan harus dapat membela diri apabila pelecehan seksual yang diterimanya sudah berupa paksaan fisik atau mengarah ke pemerkosaan bahkan penculikan. Apa bila hal seperti ini terjadi, setidaknya kamu bisa melakukan perlawanan seperti menendang alat kemaluannya, mendorong, memukul, dan lain-lain.

Tidak harus hebat dalam berkelahi, namun setidaknya bisa menjaga diri dari tindak kejahatan yang mungkin terjadi, yang diawali dengan perlakuan pelecehan seksual.

Jangan diam, laporkan!

Jangan takut untuk melaporkan kepada pihak berwajib apabila kamu mengalami pelecehan seksual,, baik yang berupa sentuhan atau rabaan, hingga ketingkat pemaksaan sekalipun. Kalau kamu merasa khawatir melaporkannya langsung kepada pihak berwajib, kamu bisa mengutarakannya terlebih dahulu kepada orang terdekat kamu, orang tua misalnya. Jangan diam, karena hal itu malah semakin membuat para pelaku merasa aman untuk terus melakukan tindakan tersebut.

Comments

Pos terkait