Tahap II, Jaksa Tahan Direktur PT Duta Swakarya Indah

  • Whatsapp
Upaya pemadaman api di lahan PT DSI.(Internet)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU – Jaksa Penuntut Umum melakukan penahanan terhadap Direktur PT Duta Swakarya Indah, Misno. Dia adalah tersangka perorangan dalam perkara dugaan kebakaran hutan dan lahan yang melibatkan perusahaan tersebut.

Itu diketahui setelah pihak Kejaksaan menerima pelimpahan penanganan perkara dari penyidik Kepolisian Daerah (Polda) Riau, Kamis (7/1). Tahap II itu dilakukan di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Siak, sesuai dengan lokasi terjadinya perkara.

Selain Misno, perkara itu juga menjerat Darles. Direktur Utama (Dirut) PT DSI itu menjadi tersangka mewakili perusahaan.

“Betul, hari ini (kemarin,red) tahap II perkara (dugaan karhutla) PT DSI,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum) Ryan Destami, Kamis sore.

Setelah menerima pelimpahan tersangka dan barang bukti, Jaksa kemudian memutuskan untuk melakukan penahanan terhadap tersangka Misno. Sementara Darles, mengingat dia mewakili perusahaan, dia tidak dilakukan penahanan.

“Yang (tersangka) perorangan, ditahan. Itu untuk mempermudah proses persidangan,” kata Ryan.

“Yang satu lagi, pelakunya kan korporasi. Tak mungkin perusahaan yang ditahan,” sambung dia memaparkan alasan tidak ditahannya tersangka Darles.

Kembali ke Misno, direktur perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit itu, tidak ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Siak Sri Indrapura, melainkan di Mapolres Siak. Hal itu dikarenakan pihak rutan tidak bisa menerima tahanan yang belum A3 atau tahanan yang telah dilimpahkan di pengadilan negeri dan sedang menjalani persidangan.

Setelah tahap II, ada sejumlah hal yang dipersiapkan Jaksa sebelum berkas perkara dilimpahkan ke pengadilan. Di antaranya, memeriksa dakwaan dan berkas, serta membuat administrasi pelimpahan.

“JPU ada 8 orang. 3 orang dari Kejari Siak, dan 5 orang dari Kejati (Kejaksaan Tinggi,red) Riau,” pungkas Kasi Pidum Kejari Siak, Ryan Destami.

Kebakaran lahan milik PT DSI berada pada area H-19, Desa Sangkemang, Kecamatan Koto Gasib. Kebakaran ini terjadi pada, Rabu (18/2/2020) lalu dan menghanguskan lahan seluas 9,4 hektare di Kota Istana tersebut.

Atas kebakaran itu, Tim Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) menindaklanjuti ke lapangan untuk melakukan penyelidikan dengan melibatkan sejumlah pihak. Hasil penyelidikan, ditemukan bukti permulaan yang cukup, sehingga perkara ditingkatkan ke tahap penyidikan pada medio Maret 2020.

Pada tahapan itu, penyidik telah memintai keterangan sejumlah saksi mulai dari karyawan PT DSI. Masyarakat Peduli Api (MPA) hingga saksi ahli. Kemudian, menetapkan tersangka perorangan dan tersangka yang mewakili korporasi.

Sebelumnya penyidik Ditreskrimsus Polda Riau telah mengirimkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dugaan kebakaran lahan milik PT DSI, Kamis (26/3/2020) lalu.

Penulis : Dodi Ferdian

Comments

Pos terkait