Pemilik dan Manager Sky Club Pekanbaru Jadi Tersangka

  • Whatsapp
Polda Riau saat melakukan razia di Sky Club Pekanbaru.(Internet)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU – Kepolisian Daerah Riau akhirnya menetapkan tersangka dugaan pelanggaran protokol kesehatan saat Sky Club & KTV beroperasi pasca mengantongi nama baru. Tersangka berjumlah dua orang yang disinyalir sebagai pihak yang bertanggungjawab dalam perkara itu.

Adapun tersangka itu adalah berinisial M sebagai pemilik, dan F sebagai Manejer Opersional dari tempat hiburan yang berada di Kompleks Star City Square, Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru.

”Benar, memang kemarin pemilik dan manajernya sudah kita tetapkan tersangka,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda Riau, Kombes Pol M Zain Dwi Nugroho, Minggu (3/1).

Pada Sabtu (5/12/2020) lalu, 86 pengunjung Sky Club & KTV terjaring razia. Dari jumlah itu, 25 orang di antaranya dinyatakan positif mengkonsumsi narkotika, serta ditemukan barang bukti berupa masing-masing satu butir pil ekstasi dan happy five.

Puluhan orang itu diamankan saat tempat hiburan itu mulai beroperasi setelah sempat tutup hampir tiga bulan karena kegiatan serupa yang dilakukan Polda Riau. Saat itu, tempat hiburan tersebut masih bernama KTv & Pub S Club.

Menurut Kombes Pol Zain, M dan F ditetapkan sebagai tersangka karena dinilai sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam dugaan pelanggaran protokol kesehatan karena dengan sengaja membuat kerumunan saat pandemi Covid-19. Dimana saat itu, aktivitas di Sky Club tidak dilengkapi rekomendasi Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Pekanbaru.

Dalam waktu dekat, keduanya akan menjalani pemeriksaan dalam statusnya sebagai tersangka. “Pemeriksaan ini juga karena adanya temuan 25 pengunjung yang terbukti positif mengonsumsi narkoba,” sebut Kombes Pol Zain.

”Temuan narkoba itu, kan awalnya adanya pelanggaran protokol kesehatan dari Sky Club KTV. Kemudian, juga ditemukan adanya pesta narkoba,” sambung dia.

Masih dikatakannya, penetapan tersangka dilakukan setelah pihaknya melakukan gelar perkara pada tanggal 23 Desember 2020.

”Penetapan ini karena F sebagai Manager Operasional Sky Club, dan M sebagai pemilik. Mereka diduga orang yang paling bertanggung jawab,” pungkas Kombes Pol Zain.

Atas perbuatannya, M dan F dijerat dengan Pasal 93 jo Pasal 9 ayat (1) Undang-undang (UU) Nomor 6 tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan, dan Pasal 216 KUHP, jo Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP.

Penulis : Dodi Ferdian

Comments

Pos terkait