Tongkang Tabrak Rumah Warga di Batam

  • Whatsapp
Kapal tongkang dengan nama Agility 1805 tabrak rumah warga di RT 003, RW 002 Tanjung Uma, Jumat Januari 2020. (istimewa)

HALUANRIAU.CO, BATAM-Sebuah kapal tongkang tabrak rumah warga di RT 003, RW 002 Tanjung Uma, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, Jumat (1/1/2021).

Kapal tongkang dengan nama Agility 1805 menabrak rumah warga sekira pukul 13.15 WIB saat hujan lebat melanda Batam.

Dalam sebuah video yang diterima haluankepri.com, sebab kapal tongkang tersebut menabarak rumah warga itu dikarenakan lepas dari tambatannya saat hujan deras dan angin kencang.

Dari kejadian insiden tersebut tidak ada korban jiwa, namun diperkirakan pemilik rumah mengalami kerugian puluhan juta rupiah.

Hingga berita ini ditulis, haluankepri.com belum dapat keterangan resmi dari pihak terkait lainnya.

Milik PT Natio Bahari Agenci

Tongkang yang menghantam rumah warga Tanjung Uma pada pada Jumat (1/1/2021) adalah milik PT Natio Bahari Agenci.

Walikota Batam, Muhammad Rudi sudah memediasi pengusaha tongkang dan warga yang menjadi korban dari kejadian tersebut, Sabtu (2/1/2021).

Saat memediasi itu, Rudi didampingi Kapolresta Barelang, AKBP Yos Guntur dan sejumlah pejabat lain.

“Ini musibah bukan kemauan kita. Kita sama-sama berusaha agar permasalahan ini segera selesai,” ucap Rudi saat memimpin pertemuan masalah kejadian itu di SD Negeri 04 Tanjung Uma.

Pada pertemuan tersebut, Rudi minta masyarakat untuk tidak khawatir karena pihak perusahaan siap mengganti kerugian yang dialami oleh warga.

“Kalau nanti kapalnya sudah ditarik, masyarakat jangan khawatir, sebelah saya ada Pak Kapolres, dan kita minta pihak perusahaan segera menyelesaikan persoalan ini,” ujar Rudi.

Lanjutnya, perangkat RT dan RW serta masyarakat dan perusahaan diminta untuk duduk bersama mendata kerugian yang ada seperti sampan, jaring, hingga rumah. Namun ganti rugi tidak dalam bentuk uang.

“Tapi, apa yang rusak diperbaiki, apa yang roboh dibangun. Kalau ganti uang takut tak cukup bangun rumah atau juga lebih,” tuturnya.

Rudi meminta kepada pihak pengusaha milik tongkang itu untuk tidak menunda pergantian kerugian warga, agar semuanya cepat selesai.

“Kalau sudah selesai, masyarakat tenang dan pengusaha bisa beraktivitas kembali,” tambahnya.

“Masyarakat diminta untuk rinci menyampaikan kerugiannya dan sama-sama sepakat demi kepuasan bersama ke depannya. Jangan ada timbul isu-isu negatif,” imbuhnya.

 

 

Sumber: haluankepri.com

Comments

Pos terkait