Nama Anda Masuk Penerima Vaksin Tahap I, Cek Disini

  • Whatsapp

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU-Tenaga kesehatan akan menjadi prioritas utama untuk penerima vaksin Covid-19 tahap I. Hal ini langsung disampaikan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin karena mengingat Tenaga Kesehatan (Nakes) memiliki resiko yang tinggi terpapar Covid-19.

“Kemenkes pun sudah memetakan berapa banyak nakes yang akan disuntik. Terbanyak di Jawa Tengah,” ujar Budi dikutip dari pemberitaan Kompas TV, Sabtu (2/1/2021).

Pemerintah akan melakukan vaksinasi Covid-19 kepada seluruh masyarakat secara gratis. Namun, program vaksin tersebut akan dilaksanakan secara bertahap. Saat ini, pemerintah mulai mengirimkan Short (SMS) Message Service blast secara serentak kepada penerima vaksin Covid-19 yang telah terdaftar pada tahap pertama. Selain SMS, pemerintah juga menyiapkan aplikasi PeduliLindungi.

Aplikasi ini memuat informasi terkait daftar penerima vaksin Covid-19 pada kelompok pertama. Untuk mengetahui apakah sudah terdaftar sebagai kelompok prioritas, masyarakat bisa kunjungi website PeduliLindungi.

Aplikasi ini juga bisa diunduh melalui Google PlayStore bagi pengguna Android atau Appstore bagi pengguna IOS. Berdasarkan informasi dari Kemenkes, persyaratan yang diminta untuk mendapat informasi status program vaksinasi Covid-19 adalah dengan memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dari KTP. Tim KompasTV telah mencoba memasukkan NIK ke kolom yang tertera.

Hasilnya, tertera tulisan yang menunjukkan bahwa nomor tersebut belum termasuk calon penerima vaksinasi Covid-19 gratis pada periode ini. Di sana juga tertulis: “Khusus Anda NAKES (Tenaga Kesehatan). Bagi Anda NAKES yang belum termasuk pada periode ini, harap melengkapi data: NAMA, NIK, ALAMAT, NO HP, TIPE NAKES dan dilengkapi dengan SURAT KETERANGAN dari Kepala FASYANKES yang menerangkan Anda adalah NAKES dari FASYANKES terkait. Data tersebut dapat dikirimkan melalui email: [email protected]

Di Provinsi Riau, sebagian Nakes sudah menerima SMS dimaksud, namun sebagian lagi masih belum. Namun masih ada ketakutan dan keraguan bagi mereka yang akan di vaksin.”Kita lihat saja nanti, jika memang itu wajib dan tidak ada efeknya kita akan ikuti, ucap mereka.

Sementara itu Sekda Siak Arfan Usman menyatakan pihaknya belum lagi menerima daftar penerima vaksin.”Kita ada menerima daftar nama yang telah disetujui untuk di vaksin. Saat ini kita masih menunggu teknis pelaksanaan dan jadwal untuk dilakukan vaksin tersebut, ungkapnya.

 

 

Sumber: kompas.com

Comments

Pos terkait