Jadi Duta Intelegensia 2020, Pria Ini Rasakan Pahit Manis Hingga Bersepeda 10 KM

  • Whatsapp
Nano Rizki

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU- Sosok yang kerap disapa Nano ini membagikan cerita dirinya soal bagaimana ia selama ini bisa memperoleh segudang prestasi. Nano kini tengah Menempuh Pendidikan semester 5 pada Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan di Universitas Riau.

Berbicara mengenai prestasinya, awal prestasi pria dengan nama lengkap Nano Rizki sendiri telah dibangun sejak pendidikan Sekolah Dasar (SD) berbekal pendidikan dari kedua orang tuanya yang selalu menanamkan nilai – nilai yang kian positif soal prestasi.

Perkataan orang tuanya yang begitu Ia ingat adalah bahwa ketika kamu ingin meraih sesuatu, ingin mendapatkan sesuatu maka bekerja keraslah, berusahalah, karena jika tak ada usaha bagaimana untuk mewujudkan itu semua.

“Dari SD Nano ingin mendapatkan juara, pada saat itukan orang kalau dapat juara maju kedepan nih. Nano ingin seperti mereka , ingin bahagiakan orang tua Nano. Nano bekerja keras dengan mengikuti les malam, belajar lagi ketika sampai rumah dan ya itu hasil nya ngga pernah mengecewakan karena seperti kata pepatah apa yang kamu tuai itu yang kamu petik dan itu yang udah nano dapatkan sekarang “ tuturnya saat di temui sore itu.

Hal tadi berlanjut hingga Sekolah Menegah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) Nano terus meraih juara kelas bahkan juara umum di sekolah.

Namun dibalik itu juga tersimpan kisah pilu dirinya yang sempat Ia paparkan yakni soal bagaimana perjuangan ia saat itu yang mesti mengayuh sepeda sejauh 10 KM untuk pulang pergi dari Siak Raya ke Benteng Hulu setiap hari hanya untuk bersekolah.

Saat masa-masa SMA yang notabene adalah masa peralihan dari remaja menuju dewasa, Nano juga mengikuti banyak sekali lomba baik di di tingkat Kabupaten maupun Provinsi, meski tak selalu menang dalam setiap lomba yang Ia jajaki saat itu tetapi dirinya memperoleh banyak ilmu disana.

“Ya benar tapi dari proses kalah dan menang inilah yang bisa membentuk mental diri kuat”, pungkasnya lebih lanjut.

Meski telah mengantongi prestasi, kenyatan pahitpun hadir dimana saat mendaftar ke perguruan tinggi dirinya sempat ditolak dijalur SNMPTN di tahun 2018 kala itu. Dan akhirnya memutuskan mengikuti jalur SBMPTN.

Sejak masuk dunia kampus laki- laki berusia (20) tahun itu banyak mengikuti berbagai organisasi baik internal dan eksternal. Untuk di tingkat kampus Ia mengikuti ragam organisasi dengan tingkat yang berbeda, baik seperti UKM Universitas, Fakultas dan HMJ jurusan.
Diluar kampus sendiri Ia mengikuti organisasi seperti lingkar cendikia dan Surya Leadership Centre.

Segudang prestasi diukir mulai dari menjadi juara dalam lomba debat nasional, lomba debat tingkat universitas, pernah menjadi pembicara terbaik 3 dalam Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) di Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau. Sempat pula menjadi Duta Baca Kabupaten Siak. kini ia melabarkan sayapnya dan berhasil menorehkan gelar pretasi baru yakni menjadi Duta Intelegensia 2020 Putra dalam Ajang Pemilihan Duta Genre Kota Pekanbaru beberapa waktu lalu.

Prestasi lain yang diraih anak dari pasangan Saun Iswanto (Buruh) dan Herma Suryani (Guru), Duta Baca Siak Tahun 2012, Juara 1 menulis Arab Melayu tingkat Kabupten Siak Tahun 2014, juara umum di SMAN 1 SIAK Tahun 2015, peraih Best Non Academic HJM MSP2019
peraih Mahasiswa Berprestasi dari BEM FPK 2019, harapan 1 Lomba Debat Teknik Expo 2019, juara 3 Debat Nasional Universitas Jambi
Juara 2 Debat FMIPA EXPO 2020.

Ia juga berkecimpung di Co Lingkungan Hidup HMJ MSP, staff Penelitian dan Pengembangan PKRI FPK, staff Jurnalistik UKM URC UNRI, Relawan Sahabat Sungai Pekanbaru, staff Divisi Eksternal Lingkar Cendikia.

Meski telah mengantongi sejumlah prestasi dirinya mengungkapkan bahwa ia masih ingin terus berpretasi dan bermanfaat bagi banyak orang.

“Ya aku ngga pernah kendor mengejar yang namanya prestasi karena prestasi itu bisa mengembangkan diri kita bakat dan potensi yang ada di diri kita ini, ujarnya.

Pemuda kelahiran 26 Oktober 1999 turut berpesan bahwa semua orang pasti memiliki cita- cita dan impian hal itu sudah pasti dan tanpa sebuah impian semua orang tidak akan semangat dalam menjalani kehidupan.

Ia menuturkan dengan begitu lantang bahwa “mimpi ibarat nyawa lo dan kita harus berani untuk mengejarnya kita boleh sedih, boleh merasa gagal, boleh merasa insecure tapi itu semua harus secukupnya dan tidak boleh berlebihan.

Terakhir kali Ia bagikan tips dan trik untuk bisa berprestasi yakni dengan mencari sebuah motivasi untuk membangkitkan semangat yang kuat, komitmen yang kuat, fokus pada proses bukan pada hasil serta singkirkan rasa ragu dan nikmati semua proses yang ada di dalamnya.

Comments

Pos terkait