Berkas Perkara Lengkap, Kasus Kormaida Siboru Dilimpahkan ke Kejari Kampar

  • Whatsapp

HALUANRIAU.CO, KAMPAR – Berkas perkara lengkap kasus yang melibatkan Ketua Federasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (FSBSI) Kampar Kormada Siboru dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kamapar.

Kormaida Siboru ditangkap pihak kepolisian karna diduga melakukan tindakan penghasutan dimuka umum secara lisan atau tulisan suapaya melakukan tidak pidana dan juga diduga melakukan tindakan pengancaman dan kekerasan, pada saat melakukan aksi demo di PT Padasa Enam Utama (PEU).

Aksi yang digelar FSBSI saat itu karna para buruh merasa selama ini tak diperhatikan oleh pihak perusahaan terkait sejumlah pemenuhan hak-haknya dalam bekerja.

Kepala Kejaksaan Negeri Kampar, Suhendri melalui Jaksa Fungsional Wulan Widari Indah mengatakan pihaknya menerima tahap II dari Polres Kampar perkara penghasutan, pengancaman dan kekerasan.

“Hari ini kita menerima tahap II dari Polres Kampar atas nama Kormaida Siboru alias Boro. Dalam perkara ini dia dikenakan pasal 160 KUHP yaitu dimuka umum lisan atau tulisan menghasut supaya melakukan perbuatan pidana,” ujar Wulan Widari Indah.

“Selain itu, juga adanya pengancaman kekerasan yang dilakukan bersama – sama dengan terdakwa lainnya yaitu Tupar dan Jhon Parmain Fernando,” sambung dia.

Dikatakan Wulan, kronologis kejadian pada saat itu saksi korban Azwin ditahan dilakukan ancaman kekerasan oleh terdakwa sebelumnya Tupar dan Julparmain dan disini kormaida ini berperan sebagai yang melakukan orasi di PT Padasa tersebut.

“Korban disekap diruangan kantor PT Padasa dan dilakukan pengancaman dan kekerasan. Kormaida bersama dengan 2 terdakwa lainnya melakukan perbuatan yang mengakibat saksi korban Azwin merasa tertekan merasa takut tertekan dan terancam keselamatan jiwanya,” kata Jaksa berparas cantik itu.

Dijelaskan Wulan, saksi korban Azwin ini disekap karna mengeluarkan 12 surat peringatan (SP) terhadap karyawan PT Padasa. Pada saat itu sebut dia, Azwin masih melakukan kegiatan dikantor tersebut dan itulah yang membuat karyawan itu melakukan perbuatan tersebut.

“Terdakwa kormaida Siboro ini ada 3 pasal yang kita terapkan pertama 160 KUHP tentang dimuka umum lisan atau tulisan mengasut supaya melakukan perbuatan pidana, ancaman kurungan itu paling lama 6 tahun. Kemudaian pasal 335 ayat 1 junto pasal 55 56 KUHP pidana ancaman kurungan paling lama 1 tahun,” pungkasnya.

Untuk sementara terdakwa dititipkan di rutan Polres Kampar menunggu proses persidangan.

 

 

Reporter: Amri

Comments

Pos terkait