72 Napi Lapas Kelas IIA Bangkinang Mendapat Remisi Khusus Natal 2020

  • Whatsapp
Kepala Lembaga Permasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Bangkinang Sutarno berikan remisi pada warga binaan pemasyarakatan (WBP).

HALUANRIAU.CO, KAMPAR – Sebanyak 72 narapidana (napi) Lembaga Pemasyarakatan (lapas) Kelas IIA Bangkinag mendapat pengurangan masa tahanan atau remisi khusus hari raya Natal tahun 2020.

Dari puluhan warga binaan yang mendapat pemotongan masa tahanan itu tidak ada yang langsung bebas.

“Hari ini ada 72 warga binaan Lapas Kelas IIA Bangkinang yang mendapat remisi. Dari jumlah itu tidak ada yang langsung bebas,” ujar Kepala Lembaga Permasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Bangkinang Sutarno, kepada halunriau.co, Jumat (25/12/2020).

Ia merincikan, dari 72 warga binaan yang mendapatkan pengurangan masa tahanan itu, 5 orang mendapat pengurang 15 hari, kemudian 53 orang mendapat pengurangan 1 bulan dan 14 orang mendapat pengurangan 1 bulan 15 hari

Dikatakan Sutarno, napi yang mendapatkan remisi yang paling banyak itu kasus perlindungan anak, kemudian narkotika, pembunuhan, pencurian penganiayaan dan lainnya.

“Yang mendapat remisi itu kasus perlindungan anak sebanyak 28, narkotika 15, pencurian 7, pembunuhan 8, penganiayaan 3 dan lain-lain 11, total ada 72 orang,” kata Sutarno.

Lanjut dia, pemberian remisi itu merupakan bentuk apresiasi yang diberikan negara bagi narapidana yang telah berusaha dan menunjukkan perubahan perilaku yang lebih baik.

Ia mengatakan, remisi Natal merupakan hak narapidana yang telah memenuhi syarat adminstratif dan substantif sesuai peraturan perundang-undangan.

Kemudian Sutarno mengatakan untuk kunjungan keluarga atau pengirman paketmakanan kepada warga binaan selama Natal 2020 di Lapas Klas IIA Bangkinag untuk sementara belum diperbolehkan hal itu dilakukan guna mencegah penularan COVID-19.

“Untuk para napi berhubungan dengan keluarga. Kita ganti jadi kunjungan online agar keluarga tetap bisa bertemu dengan warga binaan meski hanya lewat sambungan telepon atau video call,” kata Sutarno.

 

 

Reporter: Amri

Comments

Pos terkait