Tidak Kooperatif, Ketua PDIP Paluta Sandang Status Buron

  • Whatsapp
Jaksa pada Kejari Paluta saat mendatangi rumah Syafaruddin Harahap.(Istimewa)

HALUANRIAU.CO, GUNUNGTUA – Syafaruddin Harahap dinilai tidak kooperatif menjalani proses hukum yang menjeratnya. Dua kali didatangi, Jaksa tak kunjung mendapati Ketua DPC PDIP Padang Lawas Utara itu, dan terpaksa dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang.

Syafaruddin merupakan terpidana kasus penggelapan sebagaimana diatur dalam Pasal 372 KUHP, dengan nomor putusan : 923 K/Pid/2019. Anggota DPRD Paluta itu dihukum dua tahun penjara.

Namun hingga kini, Syafaruddin masih menghirup udara bebas, karena belum dieksekusi. Upaya Jaksa menjebloskannya ke penjara, belum membuahkan hasil.

“Ketika mau melakukan eksekusi, kita juga sudah melakukan langkah komunikatif dengan mendatangi rumah yang bersangkutan untuk kedua kalinya,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Paluta, Budi Darmawan, Selasa (22/12).

Sebelum mendatangi rumah terpidana, Jaksa telah melakukan upaya pemanggilan secara patut sebanyak 3 kali. Namun tak satu pun diindahkan Syafaruddin Harahap.

“Sudah kita lakukan pemanggilan sebanyak tiga kali, namun yang bersangkutan tidak mengindahkan panggilan tersebut. Bahkan istrinya mengatakan SH sakit dan sedang berobat, tapi tidak bisa menunjukkan surat dari rumah sakit atau dari dokter,” kata Budi.

“Keluarga SH juga tidak memberikan informasi apapun tentang keberadaannya,” sambung Jaksa yang pernah bertugas di Kejari Pekanbaru itu.

Atas sikapnya itu, Jaksa kemudian memasukkan nama Syafaruddin dalam DPO. Dia pun meminta kepada masyarakat yang mengetahui keberadaan terpidana, untuk melaporkannya ke Kejati Paluta.

“Sehingga tim Jaksa Eksekutor berpendapat memasukkannya dalam status DPO. Kita tetapkan sebagai DPO karena yang bersangkutan tidak kooperatif,” pungkas Budi Darmawan.

Penulis : Dodi Ferdian

Comments

Pos terkait