Lolos atas Kepemilikan Tembakau Gorila, Pipit Direhab di IPWL Mercusuar

  • Whatsapp
Tembakau gorila.(Intenet)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU – Devia Fitriana Fardika alias Pipit sempat diamankan karena diduga sebagai pemilik narkotika jenis tembakau sintesis atau tembakau gorila. Selain itu, dia juga sebagai pemakai narkotika jenis lain dan menjalani rehabilitasi.

Untuk perkara dugaan kepemilikan tembakau gorila diketahui telah dihentikan proses penyidikannya oleh Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pekanbaru. Sementara untuk dugaan penggunaan barang haram, dia direhabilitasi.

Pipit diamankan pada Kamis (12/11) kemarin. Pengungkapan itu bermula dari informasi yang disampaikan pihak Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Provinsi Riau, terkait penemuan sebuah paket yang berisikan diduga narkotika jenis tembakau gorila seberat 5,2 gram, di Kantor JNT Jalan Tuanku Tambusai Kelurahan Labuh Baru Timur Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru. Paket tersebut diketahui atas nama seseorang berinisial YY.

Selanjutnya Tim Opsnal Satresnarkoba Polresta Pekanbaru langsung mendatangi lokasi dimaksud. Setiba di sana, tim langsung mencari info dan data dari nomor telepon yang tertera di paket tersebut. Dari sana, didapatlah bahwa pemilik nomor tersebut atas nama wanita 24 tahun tersebut.

Salah satu dari anggota Tim Opsnal kemudian menyamar sebagai kurir dan bergerak menuju ke alamat yang tertera di paket tersebut, yaitu di Perumahan Kuantan Regency. Di sana, petugas mengamankan seorang laki-laki berinisial DF.

Dari keterangan DF, bahwa nama YY yang dimaksud di paket itu adalah Pipit yang diketahui merupakan pegawai honorer di sebuah institusi di Pekanbaru. DF juga mengaku disuruh Pipit untuk menerima paket tersebut.

Setelah dicocokkan, diakui dan terdaftar di handphone milik DF, bahwa nomor tersebut adalah nomor HP pelaku Pipit.

Polisi kemudian melakukan pengembangan ke Jalan Utama, Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Bukit Raya. Di sana, polisi mengamankan seorang laki-laki berinisial ZUL yang merupakan pacar dari Pipit.

Tidak sampai di situ, tim kemudian bergerak ke Jalan Wijaya Kusuma Kecamatan Bukit Raya yang merupakan kediaman Pipit. Di rumah itu polisi melakukan penangkapan terhadapnya.

Adapun barang bukti yang disita, yakni satu bungkus plastik warna coklat yang berisikan baju kaos warna abu-abu dan plastik bening berlis merah yang berisikan diduga narkotika jenis tembakau gorila. Lalu, 4 unit handphone, 1 lembar kertas bukti penyewaan rumah di Perumahan Kuantan Regency, 1 buah dompet warna hitam, dan 1 buah tas warna hitam

Selanjutnya tersangka dibawa ke Mapolresta Pekanbaru guna pengembangan dan proses hukum lebih lanjut.

Lima hari setelah penangkapan itu, atau tepatnya pada Selasa (17/11), penyidik mengirimkan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru. Satu bulan berselang, bukan berkas perkara yang rampung, melainkan penyidik menerbitkan SP-3.

Pemberitahuan penghentian penyidikan perkara ini telah disampaikan ke Kejari Pekanbaru pada Rabu (2/12) kemarin. Atas hal itu, Jaksa Peneliti akan membuat nota pendapat guna didiskusikan dengan pimpinan Kejari Pekanbaru.

“Memang kewenangan penghentian penyidikan ada pada penyidik,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum) Kejari Pekanbaru, Robi Harianto, Senin (21/12).

Lanjut Robi, tersangka sebelumnya juga dinyatakan sebagai pengguna narkotika jenis lain. Itu diketahui berdasarkan pemeriksaan tes urine tersangka yang hasilnya positif methamphetamine.

Terkait hal tersebut, pihaknya juga telah menerima pemberitahuan yang menyatakan adanya permohonan dari penyidik kepada Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) Mercusuar untuk dilakukan assessment atau rehabilitasi terhadap tersangka.

“Hasil urine-nya positif. Namun terhadap barang bukti yang disangkakan tembakau gorila, hasilnya negatif,” tegas mantan Kasi Intelijen Kejari Batam, Kepulauan Riau (Kepri) itu.

Penulis : Dodi Ferdian

Comments

Pos terkait