Kadiskes Riau: Makan Minum Bersama Bisa Sebarkan Virus

  • Whatsapp
Mimi Yuliani Nasir

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU-Kasus pasien terkonfirmasi Covid-19 di Provinsi Riau mengalami peningkatan, setiap harinya masih bertambah.

Penambahan kasus di Riau masih didomisili dari hasil traking dan kontak erat pasien terkonfirmasi Covid-19 sebelumnya.

Selain itu, penambahan kasus juga disebabkan kedisplinan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan (Prokes) masih banyak yang abai.

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir mengatakan, penambahan kasus positif masih dari kontak erat, dari pasien yang terpapar covid-19 sebelumnya.

“Kebiasaan masyarakat berkumpul dan tidak menghindari keramaian juga masih banyak. Padahal dari berkumpul dan makan minum bersama, dapat menyebarkan virus Covid-19 tanpa mengindahkan protokol kesehatan,” kata Mimi Nazir.

Selain itu, lanjut Mimi, masyarakat masih banyak yang lalai dalam menerapkan protokol kesehatan. Untuk itu, dia mengingatkan masyarakat untuk tetap memakai masker dimanapun berada, apalagi saat berada diluar, dan berkumpul dengan yang lain.

“Kita tidak larang orang makan di restoran dan rumah makan, tapi jaga jarak agar droplatenya tidak sampai. Kita kan tidak tau siapa yang berada sama kita, atau ditempat yang kita duduki itu belum dibersihkan,” tukasnya.

Sementara, terkait libur Natal dan Tahun Baru 20210, Pemerintah Provinsi Riau menyiagakan ratusan tenaga medis lengkap dengan mobil Ambulan serta obat-obatan dan bahan medis lainnya. Persiapan tersebut dilakukan sebagai upaya dalam mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan yang biasa rawat terjadi saat libur Natal dan tahun baru.

Seperti kecelakaan dan gangguan lainya yang bisa mengganggu aktivitas masyarakat selama libur panjang akhir tahun. Termasuk antisipasi penyebaran Covid-19 di Riau saat libur panjang nanti.

Mimi Yuliani Nazir mengatakan, setidaknya ada 300 dokter yang disiagakan saat libur natal dan tahun baru nanti. Mereka terdiri dari dokter spesialis bedah, kebidanan, anestesi, internis, dan dokter anak.

Tidak hanya itu, pihaknya juga menyiagakan tenaga perawat berjumlah sedikitnya ada 600 perawat. Jika ditotal maka ada 900 tenaga medis yang disiapkan, yakni 300 dokter dan 600 perawat.

Lalu ada juga ratusan mobil ambulan serta obat-obatan, dan bahan medis sesuai yang dibutuhkan.

“Selain itu, kita juga meningkatkan fasilitas kesehatan seperti rumah sakit rujukan dengan memperbanyak ruang isolasi, ketersediaan ruang ICU, ventilator dan alat kesehatan lainnya. Termasuk ruang istirahat bagi masyarakat yang menempuh perjalanan,” katanya.

Tenaga medis yang disiagakan tersebut disiapkan selama pelaksanaan Nataru. Mereka akan distandbykan di seluruh Puskemas, rumah sakit rujukan dan di posko pengamanan di perbatasan selama 24 jam dengan sistim shift yaitu sebanyak 3 shift setiap hari. Dimana setiap shift ada 100 tenaga medis yang bertugas.

“Mereka akan standby di puskesmas, rumah sakit rujukan dan juga posko pengamanan di jalur lalu lintas, artinya langkah-langkah untuk antisipasi Nataru ini kita sudah siapkan sebagaimana mestinya,” katanya.

Comments

Pos terkait