Hari Ini, Kejari Pekanbaru Terima Predikat WBBM dari Kemenpan-RB

  • Whatsapp
Anggota Komisi Kejaksaan RI RM Ibnu Mazjah meninjau Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kejari Pekanbaru.(Istimewa)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU – Kejaksaan Negeri Pekanbaru ditetapkan sebagai salah satu unit kerja di lingkungan Kejaksaan Agung RI yang mendapat predikat Wilayah Birokrasi Bersih Melayani Tahun 2020 dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Birokrasi. Direncanakan, penghargaan itu akan diterima pada Senin (21/12).

Penghargaan ini melengkapi raihan Korps Adhyaksa yang beralamat di Jalan Jenderal Sudirman Nomor 295 Kelurahan Simpang Empat, Kecamatan Pekanbaru Kota itu. Dimana pada tahun sebelumnya, Kejari Pekanbaru berhasil meraih predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK).

Menurut Kepala Kejari Pekanbaru, Andi Suharlis, predikat ini tidak hanya milik jajarannya yang telah bekerja keras selama ini, melainkan juga milik masyarakat Kota Pekanbaru. Warga di Kota Bertuah, kata Kajari, memiliki kontribusi yang besar dalam capaian prestasi ini.

“Mengapa? Karena pelayanan kami dianggap telah memenuhi standar pelayanan sebagaimana yang telah digariskan oleh Kemenpan-RB. Artinya, masyarakat Pekanbaru berkontribusi yang kuat terkait predikat ini,” ujar Kajari Andi Suharlis, Minggu (20/12).

“Ini bukan milik kami saja, ini adalah masyarakat Pekanbaru yang kemudian mendapat penghargaan,” sambung Jaksa yang pernah bertugas di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu.

Tidak hanya itu, stakeholder lainnya juga memiliki andil yang besar dalam capaian prstasi ini. Mereka menurut Kajari, selalu memberikan masukan terkait strategi dan bentuk pelayanan bagi masyarakat.

“Tentunya bahwa ini adalah kerja keras semua pihak, terutama dari internal kami yang telah bekerja keras. Termasuk juga stakeholder yang juga berkontribusi, yang telah memberikan sumbangsih, seperti memberikan masukan strategi pelayanan yang kemudian meningkat dari WBK menjadi WBBM,” sebut Kajari.

Dalam kesempatan itu, Kajari juga mengucapkan terima kepada pimpinan di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau yang terus memberikan dukungan dan arahan. Dengan begitu, kinerja Korps Adhyaksa yang dipimpinnya berjalan di rel yang telah ditetapkan.

“Ini (perbaikan layanan, red) kan memang program dari Kejaksaan Agung yang kemudian dikelola dan dikendalikan oleh Kejati, dan dilaksanakan oleh kita. Tentunya tak lepas dari peran Kepala Kejaksaan Tinggi dalam capaian predikat ini,” beber mantan Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Lampung itu.

Terakhir, dia berharap jajarannya tidak berpuas diri dengan capaian yang telah diraih. Perlu kerja kerja keras agar prestasi ini bisa dipertahankan dan ditingkatkan di masa mendatang.

“Ini adalah salah satu tantangan buat kita. (Predikat WBM) Bukan sebatas anugerah dari pemerintah, tapi ini tantangan buat Kejari Pekanbaru untuk mempertahankan dan meningkatkannya,” imbuh Kajari.

“Bukan kita menganggap bahwa ini adalah euforia yang kemudian menganggap kita terbaik, tidak. Tapi ini justru ini tantangan bagi kami,” sambungnya menutup.

Dari informasi yang didapat, selain Kejari Pekanbaru, predikat serupa juga diraih Kejari Kuantan Singingi (Kuansing) dari jajaran Kejati Riau. Anugerah ini akan diterima secara virtual. Dimana pihak Kemenpan-RB berada di Jakarta, sementara Kejari Pekanbaru dan Kuasing tetap berada di tempat masing-masing.

Penulis : Dodi Ferdian

Comments

Pos terkait