Pipa Minyak BOB Bocor Lagi, Kerugian Produksi Ditaksir Capai 25 Barel

  • Whatsapp
Semburan berwarna putih keluar dari pipa minyak mentah milik BOB di Kampung Mengkapan

HALUANRIAU.CO, SIAK – Pipa minyak milik BOB PT. BSP Pertamina Hulu kembali bocor, Selasa (15/12). Kali ini bocornya pipa mengakibatkan timbulnya semburan berwarna putih. Warga menduga pipa meledak dengan asap mengepul, di jalan lintas Buton, Kampung Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak.

Warga yang melintas di lokasi kejadian sempat mengabadikan dengan membuat video dan disebar di jejaring sosialisasi.

Terkait kejadian ini, Pihak BOB melalui Team Leader Production Operation Pedada Selatan Ari Widatatmoko didampingi perwakilan Humas BOB Dedi Hartono mengaku tidak ada terjadi ledakan api, semburan berwarna putih terlihat seperti asap dari pipa itu benar ada, namun berupa uap panas.

“Minyak dalam pipa memiliki tekanan tinggi dan panas, karena pipanya bocor minyak menyembur, kebetulan cuaca hujan, minyak yang panas kena air hujan maka terjadi uap,” terang Ari.

Menurut Ari, bocornya pipa minyak di Kampung Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak itu terjadi sekitar pukul 16:30 Wib, untuk memperbaiki kebocoran, pihaknya terpaksa menghentikan sementara operasi 11 sumur minyak.

“Pukul 17:25 sumur minyak kita hentikan sementara, ada 11 sumur. Perbaikan pipa ini malam ini selesai, tim engineering sudah siap, target paling lambat pukul 24.00 nanti selesai,” ujarnya.

Terkait penyebab kebocoran, Ari mengaku kondisi pipa sudah tua, usianya sekitar 40 tahun, faktor usia menyebabkan pipa korosit. Namun demikian, ia mengaku secara sepesikasi pipa yang menyalurkan minyak mentah dari sumur sampai ke penampungannya masih memenuhi standar.

“Ketebalan pipa 12 mm, kuat untuk tekanan 900 Psi. Pipa memang sudah tua, usianya sekitar 40 tahun, sehingga terjadi korosit di titik-titik tertentu,” terangnya.

Saat ditanya lost produksi atau kerugian akibat kebocoran pipa ini, Ari mengaku 11 sumur yang ada sudah tua, tidak mampu memroduksi minyak lebih, berdasarkan hasil produksi sebelumnya, ia mentaksir lost produksi sampai penanganan pipa selesai maksimal 25 barel minyak mentah.

“Minyak dari sumur lebih banyak kadar airnya, perhitungan kami, kalau stop operasi sampai pukul 24 Wib nanti, losenya sekitar 20 sampai 25 barel,” jelas Ari.

Pada tahun 2020 ini, jelas Ari, di Wilayah Buton kebocoran pipa terjadi sebanyak dua kali.

Humas BOB Dedi Hartono menambahkan, usia pipa saluran produksi minyaknya sudah tua, maintenance dilakukan dengan mengganti pipa baru namun tidak semuanya, melainkan hanya di titik-titik yang rawan terjadi kebocoran.

“Upaya mengganti pipa ada, namun tidak semuanya, kita ganti di titik-titik yang rawan bocor. Di titik yang korosit, pipanya kita potong dan ganti pipa baru. Untuk tahun ini sudah dilakukan, tahun depan juga ada,” terang Dedi.

Pantauan lapangan, sekitar pukul 19 Wib di lokasi sudah tidak ada lagi semburan minyak di titik pipanyang bocor, terlihat banyak pekerja berseragam mengenakan APD, police line dibentang di area kejadian.

Tampak pengamanan dari unsur TNI, Polri dan Security, mereka berjaga sembari memberi aba-aba pada kendaraan yang melintas di lokasi kejadian.

 

 

Reporter: Sugianto

Comments

Pos terkait