Hadiri Raker secara Daring, Ini Komitmen Kejaksaan Negeri Pekanbaru

  • Whatsapp
Kajari Pekanbaru Andi Suharlis bersama para kasi dan Kasubbag Pembinaan sebagai peserta Raker Kejaksaan Tahun 2020.(Istimewa)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU – Kejaksaan Negeri Pekanbaru menegaskan komitmennya dalam upaya mendukung pemulihan ekonomi nasional. Berbagai langkah strategi akan diambil guna mewujudkan hal tersebut.

Demikian diungkapkan Kepala Kejari (Kajari) Pekanbaru Andi Suharlis melalui Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Lasargi Marel, Selasa (15/12). Menurut Marel, hal itu bersesuaian dengan tema Rapat Kerja Kejaksaan RI tahun 2020.

“Raker tahun ini dibuka secara langsung oleh Bapak Presiden (Joko Widodo) secara virtual dari Istana Negara dan dipimpin Bapak Jaksa Agung, pada Senin (14/12) kemarin,” ujar pria yang akrab disapa Marel.

Pelaksanaan raker tahun ini, kata Marel, sangat berbeda dengan tahun sebelumnya, yakni dilakukan melalui virtual atau daring. Selain dibuka oleh Presiden Joko Widodo, sejumlah menteri dari Kabinet Indonesia Maju juga ikut menyukseskan raker, seperti Menkopolhukam Mahfud MD, Menko Perekonomian Airlangga Hartanto, Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, dan akademisi Yenti Ganarsih. Ini sebagai bentuk sinergitas antar lembaga demi kemajuan Kejaksaan.

Raker itu diikuti Wakil Jaksa Agung Setia Untung Arimuladi, para Jaksa Agung Muda (JAM), Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan, para pejabat eselon II serta seluruh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari).

Pelaksanaan raker juga diikuti sekitar 4.386 anggota Adhyaksa di seluruh Indonesia dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. “Di sini, Pak Kajari (Andi Suharlis) dan para kasi serta Kasubbag Pembinaan sebagai peserta raker,” sebut Marel.

Diungkapkannya, tema yang diusung pada raker tahun ini adalah ‘Komitmen Kejaksaan Menyukseskan Pemulihan Ekonomi Nasional’. Hal itu sesuai dengan kondisi saat ini, dimana bangsa Indonesia masih dilanda pandemi Covid-19. Kondisi ini diproyeksikan akan berakhir pada tahun mendatang.

Melihat hal itu, dibutuhkan strategi khusus guna mewujudkan stabilitas politik, hukum, dan keamanan serta transformasi pelayanan publik. Semua ini diarahkan untuk mendukung pemulihan pembangunan pascapandemi, khususnya dalam upaya mewujudkan situasi kondusif melalui penegakan hukum dan menciptakan keamanan.

“Kita siap mendukung pemerintah dalam mengawal program tersebut berjalan sesuai tujuannya. Akan kita siapkan strategi khusus guna mewujudkan hal itu,” tegas Jaksa yang pernah bertugas di Kejati Riau itu.

Diketahui, PEN merupakan salah satu upaya untuk memulihkan pembangunan pascapandemi Covid-19. Program ini dibuat agar nantinya negara siap menghadapi ancaman yang bisa membahayakan stabilitas keuangan.

Program PEN dituangkan dalam bentuk Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional dalam Rangka Mendukung Kebijakan Keuangan Negara untuk Penanganan Pandemi Covid-19.

Penulis : Dodi Ferdian

Comments

Pos terkait