Menjelang Nataru, Harga Bahan Pokok Mulai Merangkak Naik di Pangkalan Kerinci

  • Whatsapp

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU – Jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) Tahun 2020/2021harga sejumlah bahan pakok di pasar-pasar tradisional di Pangkalan Kerinci terus mengalami kenaikan.

Berdasarkan pantauan di Pasar Baru, Pangkalan Kerinci, untuk komoditas cabai rawit saat ini tembus diharga Rp40.000/Kg dari sebelumnya Rp25.000/Kg. Sedangkan harga cabai keriting Rp60.000/Kg, cabai merah biasa Rp40.000/Kg dan bawang merah Rp28.000.

Untuk daging sapi pilihan saat ini telah mencapai harga Rp130.000 dari sebelumnya Rp120.000. Harga daging ayam potong kecil Rp30.000 dari sebelumnya Rp25.000.

Akibat dari adanya kenaikan tersebut membuat sejumlah ibu-ibu rumah tangga mengeluh mengingat kondisi Pandemi Covid19 belum terlihat membaik sehingga secara ekonomi sangat mempengaruhi kehidupan sehari-hari.

“Ada kenaikan pak, untuk bahan pokok kebutuhan sehari-hari,” ujar Lila warga Jalan Seminai, Pangkalan Kerinci, Jumat (11/12).

Masih kata Ia lagi, tidak saja cabai, bawang dan daging, yang mengalami kenaikan namun kenaikan itu juga terjadi pada sayur mayur.

“Harga cabai merah, cabai rawit hingga sayur mayur dan juga daging ayam ikutan juga naik,” ungkapnya.

Salah seorang produsen atau pemasok bahan-bahan pertanian dari daerah Sumatera Barat, Ajo Anih, Warga Pangkalan Kerinci, Jumat (11/12), menyebutkan akibat adanya kenaikan harga disentra produksi pihaknya terpaksa mengurangi pasokan barang.

“Kita terpaksa mengurangi pasokan akibat menurunnya daya beli masyarakat di tingkat penjual. Jadi kita takut kalau dibawa banyak khawatir tidak terjual,” jelasnya.

Untuk diketahui kenaikan pada masa Natura ini sudah berlangsung beberapa pekan yang lalu. Hal ini dipicu masa pendemi Covid19 yang sempat melumpuhkan UMKM ditingkat masyarakat bawah akibat penerapan PSBB dan PSBM.

Kemudian kenaikan itu juga disebabkan cuaca yang mulai memasuki musim penghujan sehingga gagal panen oleh petani pekebun sangat riskan terjadi.

 

 

Reporter: Anton

Comments

Pos terkait