Program Chevron untuk Riau Sehat Sejahtera

  • Whatsapp
GM Corporate Affairs Asset PT CPI Sukamto Tamrin (kanan) menyerahkan bantuan sarana produksi untuk 20 desa di enam kabupaten/kota di Provinsi Riau dalam Program Ketahanan Pangan Menghadapi COVID-19 di Kampus Bina Widya Universitas Riau (Unri), Kamis (22/10).

Ketahanan Pangan, Kelurahan Siaga COVID-19, dan Sumur Air Bersih

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU – PT. Chevron Pacific Indonesia (PT CPI) meluncurkan Program Chevron untuk Riau Sehat Sejahtera (Cherish) baru-baru ini. Program itu meliputi tiga kegiatan utama yakni Program Ketahanan Pangan; Pembentukan Kelurahan Siaga COVID-19; dan Pembangunan Sumur Air Bersih. Program-program tersebut didesain untuk turut mendukung program pemerintah dalam menanggulangi dampak pandemi COVID-19.

”Program Chevron untuk Riau Sehat Sejahtera itu memiliki banyak manfaat. Tidak hanya mendukung upaya penanggulangan dampak pandemi, namun juga berkontribusi signifikan terhadap sejumlah pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals di Provinsi Riau,” kata GM Corporate Affairs Asset PT CPI Sukamto Tamrin. Poin Sustainable Development Goals (SDGs) yang tercakup, antara lain, tentang poin Tanpa Kelaparan; Air Bersih dan Sanitasi Layak; Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan; dan Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Untuk Program Ketahanan Pangan, bantuan diberikan kepada 20 kelompok tani (Poktan) dari enam kabupaten/kota di sekitar area operasi PT CPI di Riau, yakni Dumai, Rokan Hilir, Bengkalis, Siak, Kampar, dan Pekanbaru. Program ini bertujuan mendukung program pemerintah dalam menanggulangi dampak pandemi terhadap perekonomian, khususnya sektor pertanian rakyat, dan memperkuat kestabilan penyediaan pangan.

Penyuluh Kelurahan Agrowisata, Rumbai, M. Darno (paling kanan) dan penyuluh Kelurahan Limbungan dan Lembah Sari, Rumbai Pesisir, Elisya Nurani (kedua dari kanan) dalam acara serah terima bantuan sarana produksi Program Ketahanan Pangan Menghadapi COVID-19 yang digagas PT CPI.

Penyerahan bantuan secara simbolis diberikan kepada perwakilan Poktan berlangsung di Kampus Bina Widya Universitas Riau (Unri) pada 22 Oktober lalu. ”Bantuan ketahanan pangan dari PT CPI ini selaras dengan program Pemprov Riau untuk mencapai kemandirian pangan dan menjaga stabilitas harga pangan pada masa pandemi COVID-19,” kata Kadis Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Riau Ir. Syahfalefi, M.Si. yang hadir mewakili Gubernur Riau.

Bantuan yang diberikan berupa sarana produksi pertanian, pelatihan, dan pendampingan sesuai identifikasi kebutuhan masing-masing Poktan. Tak hanya itu, peserta juga akan mendapatkan pelatihan pemasaran produk secara digital. Program Ketahanan Pangan ini akan berjalan sekitar enam bulan. Setelah itu dilanjutkan dengan kegiatan pemantauan (monitoring) untuk memastikan keberlanjutan program.

Dalam pelaksanaan program, PT CPI bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau (LPPM Unri) dan Center for Entrepreneurship and Third Sector Universitas Trisakti (CECT Trisakti). LPPM Unri melaksanakan kegiatan verifikasi, penyaluran bantuan, dan pendampingan kepada setiap Poktan yang terpilih. LPPM Unri memverifikasi dan memilih Poktan berdasarkan informasi dari Dinas Pertanian Kabupaten/Kota setempat. Sedangkan CECT Trisakti berperan memberikan pelatihan pemasaran secara digital kepada seluruh Poktan terpilih.

Untuk Pembentukan Kelurahan Siaga COVID-19, PT CPI bekerja sama dengan Yayasan Kemanusiaan Madani Indonesia (YKMI) untuk pelaksanaan di sejumlah kelurahan di Pekanbaru dan Bengkalis. Sementara untuk Pembangunan Sumur Air Bersih di Rohil dan Siak, PT CPI bermitra dengan LPPM Universitas Muhammadiyah Riau.

Selain Program Chevron untuk Riau Sehat Sejahtera (Cherish), SKK Migas – PT CPI juga mendistribusikan bantuan tanggap darurat COVID-19. Pada masa pandemi ini, total nilai bantuan PT CPI mencapai Rp 11,6 miliar. Sebelumnya, SKK Migas – PT CPI telah menyalurkan sekitar 2.000 pakaian dekontaminasi (hazmat); 99.000 masker; 6.000 botol hand sanitizer; 73 tempat tidur dan matras medis; termometer inframerah; dan 3.700 paket sembako yang disalurkan melalui gugus tugas di tingkat kabupaten, kota, dan provinsi.(ADV)

Comments

Pos terkait