Korupsi Pembangunan Jalan di Kampar, Empat Tersangka Dibui

  • Whatsapp

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU – Kejaksaan Tinggi Riau mengaku telah menetapkan tersangka dugaan korupsi pembangunan Jalan Kampung Pinang-Teluk Jering di Kabupaten Kampar. Jumlahnya empat orang, dan semuanya telah dijebloskan ke penjara.

Para tersangka itu adalah Iman Gozali yang merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kampar, dan Irwan selaku Konsultan Pengawas. Berikutnya, Muhammad Irfan dari PT Bakti Aditama selaku rekanan, dan Edi Yusman, pihak swasta yang mengerjakan proyek tersebut.

Untuk sementara, keempatnya dinilai sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam penyimpangan proyek infrastruktur senilai Rp9 miliar lebih itu.

Dikatakan Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Riau, Hilman Azazi, pihaknya telah melayangkan surat pemanggilan terhadap keempat orang tersebut. Selanjutnya, empat orang itu diperiksa dalam statusnya sebagai saksi.

“Tadi pagi sudah diperiksa sebagai saksi,” ujar Hilman, Kamis (10/12).

Di hari yang sama, penyidik kemudian melakukan gelar perkara. Hasilnya, penyidik menetapkan keempatnya sebagai tersangka, dan langsung dilakukan penahanan.

“Siangnya penetapan tersangka, sore kita tahan,” sebut mantan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ponorogo, Jawa Timur (Jatim) itu.

“(Tersangka) PPK-nya, kontraktornya 2 orang, sama konsultan pengawas,” sambung Hilman Azazi.

Menurut Hilman, penahanan ini dilakukan untuk mempermudah proses penyidikan tang dilakukan pihaknya. Keempat tersangka dikhawatirkan melarikan diri, mengulangi perbuatan, atau menghilangkan barang bukti.

“Sudah ditahan di rutan (Rumah Tahanan Negara Kelas I Pekanbaru,red) untuk 20 hari ke depan,” pungkas Hilman Azazi.

Diketahui, dalam proses penyidikan perkara ini, Jaksa telah memeriksa sejumlah saksi. Selain nama 4 orang yang disebutkan di atas, juga terdapat nama Kepala Dinas PUPR Kampar, Afdal.

Dari informasi yang dihimpun, kegiatan ini memiliki nilai pagu dan harga perkiraan sendiri (HPS) senilai Rp10.019.121.000. Adapun sumber dana adalah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kampar Tahun Anggaran (TA) 2019.

Proyek itu dikerjakan oleh PT Bakti Aditama, setelah menyingkirkan 53 perusahaan yang mengikuti lelang kegiatan tersebut. Adapun nilai penawarannya adalah Rp9.805.279.486,20.

 

 

 

Reporter: Amri

Comments

Pos terkait