Tim Kemenpan RB Nilai Sarana dan Prasarana di Kejati Riau Sangat Baik

  • Whatsapp
Kajati Riau Mia Amiati mendampingi tim dari Kemenpan RB yang melakukan verifikasi lapangan di Kantor Korps Adhyaksa itu.(Istimewa)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU – Kejaksaan Tinggi Riau dinilai telah memiliki sarana dan prasarana yang sangat memadai guna menunjang kinerja dan pelayanan bagi masyarakat. Tinggal lagi, hal ini diisi dengan berbagai inovasi guna meraih predikat Wilayah Bebas Korupsi.

Demikian diungkapkan Septian Kurnia Nugraha, Selasa (8/12). Dia adalah salah seorang dari tim penilai dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) usai melakukan verifikasi lapangan terkait dengan penilaian pembangunan zona integritas di Kejati Riau menuju predikat WBK.

“Kemenpan RB melakukan verifikasi lapangan, memastikan kembali implementasi budaya integritas, budaya kinerja dan budaya melayani, benar-benar sudah baik di Kejati Riau,” ujar Septian Kurnia Nugraha, didampingi salah seorang rekannya.

Dalam verifikasi itu, pihaknya menelusuri bagaimana pembagian zona-zona wilayah, baik merah maupun hijau di Kejati Riau. Pembagian zona itu bertujuan untuk membagi mana yang boleh dimasuki masyarakat umum, dan mana yang tidak. Hal ini tentunya terkait dengan pelayanan bagi masyarakat itu sendiri.

“Khususnya di PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu,red),” sebut Septian.

Tak hanya itu, saat kunjungan itu tim dari Kemenpan RB juga menilai soal mitigasi resiko yang dilakukan Korps Adhyaksa yang dipimpin Mia Amiati itu. Termasuk melihat langsung bagaimana caranya melayani masyarakat, meliputi soal standarisasi pelayanan, mekanisme, dan petugas yang dilibatkan.

Diterangkan Septian, setelah ini, tim penilai akan menyampaikan hasil verifikasi lapangan kepada pimpinan di Kemenpan RB. Kemudian akan ada penilaian panel tahap akhir antara tim dengan pimpinan di Kemenpan RB tersebut.

“Disertai clearance dari KPK, ORI (Ombudsman Republik Indonesia,red), Kejaksaan Agung, dan tim mystery shopper yang mungkin pernah datang ke sini, berikut catatan-catatan pengaduan,” jelas dia.

“Apabila sudah clear semua, dan hasil sudah diputuskan oleh pimpinan oke, maka Kejati Riau bisa dinobatkan sebagai satker (satuan kerja,red) yang berpredikat WBK di tahun ini,” sambungnya.

Disinggung soal bagaimana hasil penilaian sementara, diakui Septian, berdasarkan hasil pengecekan, sarana dan prasarana di Kejati Riau sudah sangat memadai.

“Tinggal bagaimana mengisi dengan inovasi-inovasi, meningkatkan kualitas pelayanan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Kejati (Kajati) Riau, Mia Amiati menyampaikan, sebelum kedatangan tim penilai dari Kemenpan RB, pihaknya juga sudah menerima kunjungan tim dari Kejaksaan Agung.

“(Membahas) apa saja yang perlu ditingkatkan dan diperbaiki, sebelum ada penilai secara virtual dan langsung seperti tadi. Harapan kami semoga bisa memenuhi ketentuan penilaian dari tim penilai WBK,” sebut Kajati.

“Sehingga amanah pimpinan bisa kita laksanakan. Tentu jadi kebanggaan kami semua jika dinilai baik,” lanjut dia.

Peningkatkan sarana dan prasarana yang dilakukan selama ini, menurut Mia, tak semata-mata guna meraih predikat WBK saja. Melainkan juga untuk menciptakan suasana kerja yang nyaman dan kondusif.

“(Dan) bisa meningkatkan optimalisasi kinerja dan tenaga pelayanan masyarakat,” pungkas Kajati Riau Mia Amiati.

Penulis : Dodi Ferdian

Comments

Pos terkait