Inkrah, Kejari Meranti Musnahkan Barang Bukti Perkara

  • Whatsapp
Kajari Meranti Budi Raharjo memimpin kegiatan pemusnahan barang bukti.(Istimewa)

HALUANRIAU.CO, SELATPANJANG – Kejaksaan Negeri Kepulauan Meranti melaksanakan pemusnahan barang bukti narkotika dan lainnya berdasarkan putusan pengadilan, Selasa (8/12). Barang bukti itu merupakan perkara pidana umum dalam 4 bulan terakhir.

Kegiatan itu dipimpin Kepala Kejari (Kajari) Meranti Budi Raharjo di halaman Kantor Kejari Meranti Jalan Amelia Selatpanjang. Turut hadir Kepala Seksi (Kasi) Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan (PB3R) Beni Yarbert, Kasi Intelijen Kejari Hamiko, perwakilan Polres Meranti dan Dinas Kesehatan, serta sejumlah pihak lainnya.

Dikatakan Kajari, barang bukti yang dimusnahkan tersebut dari merupakan hasil tindak perkara pada Agustus hingga November 2020.

“Pemusnahan barang bukti kali ini merupakan hasil perkara di Kejari Meranti dalam 4 bulan terakhir. Dimana ada 44 perkara yang terdiri dari narkotika dan tindak pidana lainnya,” ujar Kajari Budi Raharjo.

Dijelaskannya, Kejaksaan juga merupakan sebagai eksekutor dalam proses peradilan pidana. Proses perkara bermulai dari tahap penyidikan oleh Kepolisian kemudian diserahkan kepada Kejaksaan dalam tahap penuntutan.

Selanjutnya, kata dia, dilimpahkan ke pengadilan untuk menjalani proses persidangan. “Setelah vonis oleh hakim, maka Kejaksaan melakukan eksekusi terhadap putusan pengadilan,” sebut dia.

Kasi Intelijen Hamiko menambahkan, pemusnahan barang bukti yang dilakukan, merupakan sisa pengujian dari laboratorium forensik (labfor) dan penyisihan dari beberapa narkotika untuk dijadikan barang bukti persidangan.

Menurut dia, sebagian besarnya sudah dimusnahkan pada tahap penyidikan. “Barang bukti yang dimusnahkan merupakan sisa uji labfor dan penyisihan untuk dijadikan barang bukti persidangan,” singkat Jaksa yang karib disapa Miko itu.

Diketahui, ada beberapa metode pemusnahan yang dilakukan dalam pemusnahan tersebut. Untuk barang bukti narkotika dimusnahkan dengan cara diblender dengan air dan dibuang ke saluran air. Sedangkan barang bukti berupa handphone dan lainnya, dimusnahkan dengan cara dipotong dan dibakar.

Yang dimusnahkan tersebut merupakan barang bukti dari perkara yang telah memiliki hukum tetap atau inkrah.

Penulis : Dodi Ferdian

Comments

Pos terkait