Bobol Keuangan Negara Rp7 M Lebih, Mantan AO BRI Ujung Batu Divonis 6 Tahun

  • Whatsapp
Bank BRI.(Internet)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU – Syahrul dinyatakan bersalah melakukan korupsi kredit fiktif di BRI Cabang Ujung Batu, Rokan Hulu. Untuk itu, mantan Account Officer di bank tersebut dihukum 6 tahun penjara.

“Menyatakan terdakwa terbukti bersalah turut serta melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan primair. Menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 6 tahun,” ujar majelis hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru yang diketuai, Lilin Herlina, pada sidang yang digelar pada Rabu (2/12).

Selain itu, Syahrul juga dihukum membayar denda sebesar Rp500 juta subsider 3 bulan kurungan, dan dibebankan membayar uang pengganti kerugian keuangan negara sebesar Rp40 juta.

“Apabila tidak membayar uang pengganti paling lama dalam waktu 1 bulan sesudah putusan memperoleh kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita oleh Jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut. Jika terdakwa tidak mempunyai harta benda yang mencukupi, maka diganti dengan pidana penjara selama 2 tahun dan bulan,” tegas Hakim Ketua.

Vonis pidana badan itu lebih tinggi dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menginginkan Syahrul dihukum 5 tahun penjara. Dalam amar tuntutannya, JPU juga menginginkan terdakwa membayar denda Rp500 juta subsider 6 bulan kuruangan dan membayar uang pengganti kerugian negara Rp40 juta subsider 2 tahun dan 6 bulan penjara.

Atas putusan itu, Syahrul melalui penasehat hukum menyatakan pikir-pikir. Hal yang sama juga disampaikan JPU.

JPU dalam dakwaan Jaksa disebutkan, dugaan korupsi dilakukan Syahrul bersama tersangka Sudirman J (DPO). Perbuatan itu terjadi pada medio September 2017 hingga Agustus 2018.

Awalnya, Syahrul memprakarsai kredit KUR ritel BRI Link kepada 18 debitur berdasarkan referal dari Sudirman, dengan besaran 17 debitur masing-masing sebesar Rp500 juta dan 1 debitur sebesar Rp300 juta.

Kemudian, Syahrul memalsukan dokumen berupa Memorandum Analisis Kredit (MAK) KUR Ritel yang mengklaim bahwa debitur memiliki usaha di bidang perkebunan sawit. Syahrul juga memalsukan Laporan Kunjungan Nasabah (LKN) yang mengklaim kalau debitur punya lahan seluas lebih kurang 12 hektare dengan hasil 20 ton sawit.

Jaminannya adalah SKGR kebun kelapa sawit masing-masing 3 persil. Seolah-olah para debitur telah memenuhi persyaratan untuk mendapatkan kredit KUR Ritel pada Bank BRI Cabang Ujung Batu tersebut. Padahal para debitur namanya hanya dipinjam alias fiktif oleh Sudirman.

Meski mengetahui kalau debitur sebenarnya tidak punya lahan sawit, tersangka Syahrul tetap mencairkan dana di BRI Cabang Ujung Batu. Terdakwa juga meminta buku tabungan dan kartu ATM 18 debitur tapi tidak pernah dikembalikan.

Akan tetapi, setelah cair, dananya digunakan sendiri oleh Syahrul dan Sudirman. Kemudian, Syahrul juga memberikan fee kepada para debitur dengan jumlah bervariasi, antara Rp3 juta sampai Rp13 juta.

Fee itu diberikan sebagai imbalan atas nama para debitur yang telah dipakai sebagai penerima kredit fiktif dari BRI Ujung Batu. Berdasarkan audit internal BRI, perbuatan kedua tersangka telah merugikan keuangan negara Rp7.246.195.700.

Penulis : Dodi Ferdian

Comments

Pos terkait