Penderita HIV di Riau 6.797, AIDS 3.221 Orang

  • Whatsapp

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU – Kasus penderita HIV di Provinsi Riau pada tahun 2020 meningkat bila dibandingkan pada tahun 2019 yang lalu. Hingga bulan Oktober 2020 penderita HIV sebanyak 859 kasus, sedangkan pada tahun 2019 sebanyak 587 kasus. Namun untuk kasus penderita AIDS mengalami penurunan bila dibanding tahun lalu. Untuk tahun ini hingga September 2020 penderita AIDS mencapai 256 orang, dan tahun 2019, 422 orang terinveski AIDS.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir, mengatakan, dari data yang ada kasus HIV di Riau sejak tahun 1997 sudah mencapai 6.797 penderita HIV hingga bulan Oktober 2020. Sedangkan untuk orang yang terinveksi AIDS di Riau hingga September 2020 penderita AIDS mencapai 3.221 orang.

“Untuk orang yang suspek atau gejala HIV memang mengalami kenaikan untuk tahun ini. Tapi inikan orang suspek belum orang yang masuk kasus AIDS nya. Kalau untuk kasus AIDS nya mengalami penurunan tahun ini, kalau tahun lalu 422 orang penderita AIDS, tahun ini turun lebih setengahnya, yakni 246 orang,” ujar Mimi Yuliani Nazir, Selasa (1/12), usai memperingati hari HIV dan AIDS sedunia.

Dijelaskan Mimi, penderita yang terbanyak terinveksi HIV dan AIDS lebih banyak dari jenis kelamin laki-laki yakni sebanyak 66 persen dari jumlah penderita HIV. Sedangkan untuk perempuan 34 persen. Untuk itu Mimi menghimbau kepada masyarakat yang ada gejala HIV untuk bisa segera memeriksakan diri, untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan

“Jadi untuk penanganan yang dilakukan seputar, Temukan, Obati, Pertahankan (TOP). Deteksi dini dengan tes hiv sukarela dan tes hiv atas inisiasi petugas kesehatan. Obati, dengan meningkatkan akses pengobatan pada layanan. Perawatan Dukungan Pengobatan (PDP) di 12 kabupaten kota. Pertahankan, dengan melakukan konseling kepatuhan, pengobatan dan tes viral load, pada odha untuk memonitor supresi virus hiv dalam darah,” jelas Mimi.

Pada kesempatan tersebut Mimi, juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan hal-hal yang dapat menularkan HIV dan AIDS, baik bagi diri sendiri, dan keluarga. Diantaranya, hindari perilaku berisiko, seperti hubungan seksual berisiko atau, menggunakan narkoba jarum suntik. Bila sudah melakukan perilaku berisiko tersebut, segera lakukan tes HIV.

“Bila tes HIV negatif, lakukan perilaku aman untuk mencegah tertular HIV. Bila tes HIV positif, jalani hubungan seksual yang aman, menggunakan kondom, serta menghindari penggunaan jarum suntik bergantian adalah pilihan terbaik. Minum obat ARV sesuai dengan petunjuk dokter agar hidup tetap produktif,” tegas Mimi.

 

 

Reporter: Nurmadi

Comments

Pos terkait