Puluhan Perangkat Kepenghuluan Bagan Batu Barat Geruduk Kantor Penghulu Bagan Batu

  • Whatsapp

HALUANRIAU.CO, BAGAN BATU — Puluhan perangkat kepenghuluan Bagan Batu Barat mulai dari ketua RT dan RW, Kadus dan staf Kepenghuluan Bagan Batu Barat pada Jumat (27/11/2020) siang menggeruduk Kantor Penghulu Bagan Batu yang terletak di jalan Jendral Sudirman Bagan Batu Kota Kecamatan Bagan Sinembah.

Berdasarkan pantauan dilapangan menyebutkan, bahwa kedatangan puluhan perangkat kepenghuluan Bagan Batu Barat tersebut untuk mempertanyakan terkait gaji tunda bayar dan biaya operasional Kepenghuluan Bagan Batu Barat dari Pemerintah Daerah Kabupaten Rokan Hilir yang hingga saat ini belum dicairkan.

” Dari 14 Kepenghuluan (Desa) persiapan atau pemekaran, hanya tinggal Kepenghuluan Bagan Batu Barat yang belum cair, ada apa ini,” cetus Ketua RT 02 Imam Bonjol Kepenghuluan Bagan Batu Barat, Suharto Damanik kepada awak media.

Untuk itu, masih katanya lagi para aparatur kepenghuluan Bagan Batu Barat mempertanyakan seputar informasi bahwa pemekaran kepenghuluan Bagan Batu Barat berkasnya tidak ditanda tangani oleh Datuk Penghulu Bagan Batu.

” Intinya, kami mendapatkan kabar kalau kepenghuluan Bagan Batu Barat berkasnya tidak diteken oleh Datuk Penghulu Bagan Batu, sehingga daerah lain sudah terima gaji, kami belum

Suharto mengatakan, tujuan mendatangi kantor penghulu tersebut untuk mempertanyakan kepada Penghulu Bagan Batu Induk ( Dedy Irwan) yang tidak mau menandatangi surat permohonan gaji tunda bayar. Ia mengaku kecewa lantaran Penghulu tidak berada di kantor dan hanya bertemu Sekdes dan staf lainnya.

” Kami hanya ketemu Sekdesnya, dan dia mau menyampaikan ke penghulu dan tak bisa memutuskannya,” ungkap Suharto.
Bahkan kata suharto , pihaknya dan ketua RT/ RW lainnya mengancam jika sampai tanggal 5 Desember mendatang tidak juga kunjung dibayarkan, maka dirinya dan ketua RT lainnya akan sama- sama mengundurkan diri dari jabatan ketua RT.

” Kalau sampai tanggal 5 Desember nanti juga tak cair gaji, kami seluruh ketua RT/ RW akan mengundurkan diri secara bersama,” tegasnya.

Sementara itu, Bendahara Kepenghuluan Bagan Batu Barat Syafrida Amd, menjelaskan, gaji tunda bayar dan biaya operasioanl Kepenghuluan Bagan Batu Barat yang belum dibayarkan oleh pemkab Rohil sebesar Rp 489 juta.

” Gaji dan biaya operasional ini pencairannya harus melalui desa Induk yakni Bagan Batu. Namun hingga sekarang Penghulu Induk dalam hal ini Dedy Irawan Ssos tak mau menandatangani surat permohonan pengajuan gaji tunda bayar dan biaya operasional ke dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa ( PMD) Kabupaten Rokan Hilir,” kata Ida.

Dijelaskan Ida, biaya operasional dan gaji tunda bayar untuk Ketua RT, RW, Kadus, BPKep, dan perangkat kepenghuluan yang belum dibayarkan sejak tahun 2017, 2018, 2019 dan 2020 ini sebesar Rp 489 juta.

“Rincian tunda bayar gaji yakni yang belum dibayar untuk tahun 2017 sebanyak 4 bulan, 2019 sebanyak 6 bulan dan tahun 2020 sebanyak 11 Bulan.” papar Ida.

Sementara rombongan puluhan perangkat kepenghuluan Bagan Batu Barat tersebut yang semula ingin bertemu langsung dengan Datuk Penghulu Bagan Batu, Dedi Irwan Ssos tak membuahkan hasil.

Pasalnya, Datuk Penghulu Bagan Batu tidak berada ditempat. Hingga akhirnya para perangkat kepenghuluan Bagan Batu Barat ini hanya disambut oleh Kasi Pemerintahan kantor kepenghuluan Bagan Batu, Amin.

Bahkan dihadapan para perangkat Kepenghuluan Bagan Batu Barat, Amin mengatakan, bahwa tuntutan aparat kepenghuluan Bagan Batu Barat tersebut tidak mendasar. ” Tanyakan saja langsung ke kabupaten, sebab semua sudah ditandatangani oleh Penghulu.

Pernyataan tersebut seolah bertolak belakang dengan keterangan disampaikan oleh salah seorang staf kepenghuluan Bagan Batu. Dimana, dirinya mengatakan, bahwa Datuk Penghulu memang tidak berkenan menandatangani berkas untuk tahun 2017 dan 2018.

 

 

Reporter: Joni Saputra

Comments

Pos terkait