Didatangi Polres Inhu, Kakek 99 Tahun Huni Bekas Kandang Ternak Milik Warga di Rengat

  • Whatsapp
Kakek Darkasih hanya bisa terduduk di depan tempat tinggalnya yang dahulunya adalah kandang ternak saat berfoto bersama Waka Polres Inhu, Kompol Zulfa Renaldo dan jajaran

HALUANRIAU.CO, RENGAT – Sudah 20 tahun, Darkasih atau biasa disapa masyarakat dengan sebutan Moman Kasih, tinggal di Indragiri Hulu. Namun kehidupan pria yang hidup sebatang kara ini sangat memprihatinkan.

Sudhalah sebatang kara, ia harus tinggal disebuah bangunan yang dahulunya adalah bekas kandang ternak di Jalan Rakimin Gang Datuk Lewah Desa Sungai Beringin Kecamatan Rengat.

Pria kelahiran 12 Juni 1921 ini mengaku sebelumnya hijrah ke Indragiri Hulu, ia tinggal di Indragiri Hilir saat umurnya 79 tahun.

Tidak tahu apa yang menjadi alasannya pindah ke Indragiri Hulu, karena seakan kenangan pahit yang dipendamnya, hingga 99 tahun usianya saat ini.

Jika dilihat perawakannya, meskipun umurnya sudah hampir satu abad, namun masih terlihat segar. Hanya kehidupan saja yang dijalani tidak seperti masyarakat pada umumnya.

Rumah tempatnya berteduh sehari hari memang jauh dari layaknya sebuah tempat tinggal. Bekas kandang ternak, berdinding papan, sudah lapuk, penuh dengan lubang yang memungkinkan angin akan masuk dengan kencang. Entah bagaimana pula nasibnya jika hujan melanda dan terik matahari di siang hari.

Dilihat ke dalam rumah, hanya berisikan tumpukan seperti sampah, berserakan yang disinari cahaya yang muncul dari balik dinding papan yang leluasa masuk ke dalam kediaman yang memang menurut para tetangga sudah lama dihuninya.

Hari itu, Jumat (20/11) personel Polres Inhu yang dikomandoi Waka Polres Inhu Kompol Kompol Zulfa Renaldo S.IK, M.Si dan jajaran mewakili Kapolres Inhu AKBP Efrizal SIK datang ke rumah Moman Kasih.

kedatangan Kapolres yang diwakili Wakapolres Inhu serta sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polres Inhu lainnya kerumah moman Kasih selain melihat langsung kondisi tempat tinggal kakek malang itu yang kabarnya merupakan bekas kandang ternak milik warga setempat.

Kedatangan rombongan Bhayangkara ini setelah sebelumnya mendapatkan informasi melalui media sosial facebook. “Hal ini kita ketahui lewat postingan salah seorang warga lewat media sosial Facebook, Polres Inhu dengan quick respon langsung turun kelapangan,” kata Misran.

Moman Darkasih menyambut kedatangan Waka Polres dan rombongan dengan berdiri menggunakan baju coklat yang tampak sudah lusuh dengan bagian depan yang terbuka yang membuat bagian depan tubuhnya yang seperti hanya tinggal kulit pembalut tulang, bahkan ruas ruas tulang iga terlihat jelas tersumbul dari balik kulit dadanya.

Air mata haru, bahagia dan sedih mengalir deras melewati garis wajahnya yang sudah berkerut. Darkasih tak kuasa lagi menahan tangis saat tim Jumat Barokah Polres Inhu tersebut datang menghampirinya dan menyodorkan beberapa sembako yang dibawa untuk bantuan bagi dirinya.

Bantuan yang diberikan diantaranya berupa beras, mie instan dan kebutuhan pokok lainnya yang merupakan realisasi dari program bhakti sosial Jumat barokah yang menjadi agenda tetap Polres Inhu.

Selama ini Moman Kasih hanya menggantungkan hidupnya dari bantuan para tetangganya untuk memenuhi kebutuhannya sehari hari, karena memang tak banyak yang bisa dilakukannya dengan kondisinya saat ini, umur yang memang sudah sangat tua, kondisi fisik yang sudah lemah, meskipun menurut para tetangganya bagaimana dia datang 20 tahun lalu, begitu juga kondisi fisiknya saat ini yang tidak banyak berubah.

Peninjauan dan penyerahan bantuan untuk moman Kasih itu juga disaksikan Kepala Desa Sungai Beringin Nepri, Sekretaris Desa Efriono dan Kepala Seksi (Kasi) Kesejahteraan Desa Sungai Beringin Ibnu Hajar serta sejumlah perangkat desa lainnya dan masyarakat setempat.

 

 

Reporter: EBP

Comments

Pos terkait