Penyidik Gandeng Inspektorat Hitung Kerugian Negara Perkara PMBRW Tenayan Raya

  • Whatsapp
Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Pekanbaru, Yunius Zega.(Dodi Ferdian)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU – Kejaksaan Negeri Pekanbaru menggandeng Inspektorat dalam penyidikan dugaan penyimpangan dana kegiatan Program Masyarakat Berbasis Rukun Warga dan Dana Kelurahan di Kecamatan Tenayan Raya Tahun 2019. Itu dilakukan dalam rangka penghitungan kerugian keuangan negara dalam perkara tersebut.

Ada satu orang tersangka dalam dugaan rasuah ini. Dia adalah Abdimas Syahfitra. Dalam perkara itu, dia disinyalir sebagai aktor utama.

Penyematan status tersangka itu dilakukan setelah penyidik pada Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Pekanbaru melakukan gelar perkara pada Rabu (4/11) kemarin. Hasilnya, penyidik menyimpulkan, dia dinilai sebagai pihak yang bertanggung jawab karena memanipulasi dana kegiatan tersebut. Saat kejadian, dia menjabat Camat Tenayan Raya.

Sejak saat itu, Jaksa terus menggesa proses penyidikan. Salah satunya, terkait dengan audit penghitungan kerugian keuangan negara.

Dalam hal pelaksanaan audit, penyidik menggandeng Inspektorat Kota Pekanbaru. Hal itu sebagaimana disampaikan Kepala Seksi (Kasi) Pidsus Kejari Pekanbaru, Yunius Zega, Kamis (19/11).

“Kita telah menyerahkan kepada Inspektorat untuk melakukan penghitungan kerugian keuangan negara,” ujar Jaksa yang akrab disapa Zega itu.

Pada dasarnya, kata Zega, penyidik telah melakukan penghitungan sendiri. Untuk legalnya, penyidik kemudian meminta Inspektorat untuk turut membantu melakukan audit tersebut.

“Adapun dasarnya adalah penghitungan kita sebagai Jaksa Penuntut Umum. Kita sudah membuat kalkulasi kerugian itu. Untuk lebih jelasnya, lebih baik untuk diaudit oleh Inspektorat,” kata mantan Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Dumai itu.

Dalam perkara ini, penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap lebih dari 40 orang saksi. Di antaranya, Belasan orang lurah, pendamping, narasumber dan stakeholder lainnya terkait kegiatan itu.

“Kalau saksi, pada prinsipnya sudah cukup. Cuma ada beberapa yang kurang. Saya rasa untuk melengkapi berkas saja. Artinya, yang poin-poinnya sudah cukup,” yakin Zega.

Dari pemeriksaan sejumlah saksi itu, penyidik menemukan peran besar Abdimas dalam perkara rasuah tersebut. Mulai dari manipulasi data, menyuruh orang mencairkan anggaran lalu mengelolanya sendiri.

Abdimas sendiri telah diperiksa dalam statusnya sebagai tersangka pada Kamis (12/11) kemarin. Meski memenuhi panggilan penyidik, namun kedatangannya telat beberapa jam dari jadwal yang ditentukan.

Oleh Jaksa, dia dimungkinkan untuk dipanggil kembali. “Saya kira itu akan kita agendakan. Nanti akan kami beritahu berikutnya,” pungkas Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Pekanbaru, Yunius Zega.

Sebelumnya disampaikan peran Abdimas dalam perkara itu. Dana PMBRW dan Dankel setelah cair seharusnya dikelola oleh masing-masing satuan kerja di Kecamatan Tenayan Raya. Tapi karena Abdimas punya otoritas, sehingga bisa memaksa mengelola sendiri.

Adapun dana PMBRW yang sudah cair bernilai Rp366 juta lebih dan Dankel Rp655 juta. Dari jumlah itu, ada separuhnya yang diduga menimbulkan kerugian negara.

Anggaran tersebut, seharusnya digunakan untuk pelatihan pengelolaan sampah, bank sampah hingga pelatihan peternakan. Dari beberapa kegiatan, ada yang separuh berjalan. Ada juga yang baru seperempat jalan tapi dalam laporannya dibuat seolah-olah kegiatan itu sudah selesai.

Atas perbuatannya itu, penyidik menjerat Abdimas dengan Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 3 jo Pasal 18 ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Untuk diketahui, penanganan perkara telah masuk dalam tahap penyidikan. Surat perintah penyidikan (sprindik) itu telah ditandatangani Kepala Kejari (Kajari) Pekanbaru, Andi Suharlis pada medio Juli 2020 lalu.

Atas sprindik itu, penyidik kemudian melakukan pemeriksaan sejumlah saksi. Selain itu, penyidik juga telah mengantongi sejumlah alat bukti. Di antaranya, dokumen-dokumen terkait kegiatan PMBRW dan Dankel di Kecamatan Tenayan Raya.

Untuk memastikan dokumen itu benar dan tidak ada penambahan lagi di luar dokumen yang telah ada itu, makanya pada pekan kemarin, penyidik melakukan penggeledahan.

Penggeledahan itu dilakukan di Kantor Camat Tenayan Raya. Tindakan itu berlangsung tiga jam, yakni dimulai pada pukul 11.00 WIB dan berakhir pada pukul 14.00 WIB.

Dari penggeledahan itu, penyidik menyita beberapa bundel dokumen yang dimasukkan dalam satu box kontainer. Dokumen-dokumen itu selanjutnya dibawa ke Kantor Kejari Pekanbaru.

Pasca penggeledahan, tim penyidik kini tengah memilah atau menyaring dokumen-dokumen tersebut, untuk kemudian didalami lebih lanjut.

Penulis : Dodi Ferdian

Comments

Pos terkait