Cawalkot Dumai Eko Suharjo segera Disidang

  • Whatsapp
JPU pada Kejari Dumai melimpahkan berkas perkara tersangka Eko Suharjo ke PN setempat.(Istimewa)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU – Nasib Eko Suharjo akan diketahui dalam beberapa hari ke depan. Apakah nantinya Wakil Wali Kota Dumai nonaktif yang kini menjadi Calon Wali Kota di daerah tersebut bersalah atau tidak dalam perkara dugaan pelanggaran Undang-undang Pilkada.

Dalam Pilkada di Kota Dumai pada 9 Desember 2020 mendatang, Eko berpasangan dengan Syarifah selalu Calon Wawako Dumai. Pasangan nomor urut 2 ini diusung oleh Partai Demokrat, Golongan Karya (Golkar) dan Hati Nurani Rakyat (Hanura). Koalisi dikenal dengan nama Koalisi Dumai Gemilang.

Dari informasi yang dihimpun, Eko Suharjo yang juga menjabat Ketua DPD Demokrat Kota Dumai mendapat jadwal kampanye di Kelurahan Simpang Tetap Darul Ihsan (STDI) Kecamatan Dumai Barat pada Kamis (8/10). Kegiatan itu diketahui mengambil tempat di kediaman seorang warga di Jalan Nenas di daerah tersebut.

Saat kegiatan akan dimulai, anggota Panwaslu Kecamatan Dumai Barat menemukan adanya salah seorang aparatur sipil negara (ASN) yang menjadi protokol sekaligus penanggung jawab kegiatan. Oleh anggota Panwaslu telah melakukan pencegahan dengan mengimbau agar ASN tersebut tidak terlibat dalam kegiatan kampanye.

Namun saat itu, sang ASN beralasan kehadirannya sebagai pengurus LDII dan menerima semua paslon yang hadir di daerah tersebut. Anggota Panwaslu kemudian menjelaskan bahwa posisinya sebagai ASN sangat melekat pada dirinya. Kendati memahami hal tersebut sang ASN yang diketahui berinisial FA, tetap mengikuti kegiatan walau hanya sebagai peserta kampanye.

Selanjutnya acara langsung dimulai oleh Eko Suharjo yang mendeklarasikan diri bersama Syarifah sebagai paslon nomor urut 2 pada Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dumai tahun 2020.

Pada sesi tanya jawab, ditemukan juga ditemukan ASN yang berinisial MS yang merupakan Dosen Politeknik Perikanan dan Kelautan Dumai. Menurut anggota Panwascam Dumai Barat hal ini bertentangan dengan peraturan / perundang undangan yang berlaku, dan dilaporkan ke Polres Dumai guna pengusutan lebih lanjut.

Seiring proses pengusutan, perkara ini diketahui telah naik ke tahap penyidikan. Itu ditandai dengan ada Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) yang dikirim penyidik ke Kejaksaan pada Senin (19/10) kemarin. Adapun tersangkanya adalah Eko Suharjo. Dia disangkakan melanggar Pasal 189 Undang-undang (UU) Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota.

Selanjutnya, penyidik melimpahkan berkas perkara ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Dumai. Jaksa kemudian melakukan penelaahan untuk memasukkan syarat formail dan materil. Hasilnya, berkas perkara dinyatakan lengkap atau P-21 pada Senin (16/11) kemarin.

Beberapa hari berselang, JPU melimpahkan berkas perkara Eko Suharjo ke Pengadilan Negeri (PN) Dumai. Hal itu sebagaimana disampaikan Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum) Kejari Dumai, Agung Irawan, Kamis (19/11).

“Hari ini kita limpahkan berkas perkara tersangka atas nama ES (Eko Suharjo,red) ke pengadilan,” ujar Agung Irawan saat ditemui di kantor Kejari Pekanbaru.

Menurut Agung, dalam waktu dekat akan diketahui majelis hakim yang akan memeriksa dan mengadili perkara tersebut. Pun, jadwal sidang perdananya.

Jalannya sidang nantinya akan berlangsung cepat. Dalam 7 hari setelah berkas dilimpahkan, perkara tersebut harus diputus. Hal itu sesuai dengan Peraturan Mahkamah Agung RI Nomor 02 Tahun 2013 tentang
Tata Cara Penyelesaian Tindak Pidana Pemilu.

“Iya, dalam 7 hari,” kata Agung seraya menyatakan kesiapan pihaknya dalam mengikuti jalannya persidangan. Lanjut dia, akan ada 4 orang Jaksa yang nantinya bertindak sebagai JPU dalam persidangan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Agung belum bisa memastikan apakah Eko Suharjo akan bisa mengikuti jalannya persidangan. Pasalnya, dari informasi yang diperoleh, saat ini Eko Suharjo dalam keadaan sakit.

“Jika masih sakit, kemungkinan sidang tanpa kehadiran terdakwa, dan aturan memperbolehkan seperti itu,” pungkas mantan Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Bengkalis itu.

Penulis : Dodi Ferdian

Comments

Pos terkait