Berita Gembira, Tahun Depan Pemprov Naikkan Gaji Guru Bantu Deerah Jadi Rp2,5 Juta

  • Whatsapp
Sekretaris Disdik Riau, Yusri Rasul

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau, melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Riau, akan menaikkan gaji guru bantu yang ada di Kabupaten Kota. Dimana selama ini guru bantu mendapatkan gaji sebesar Rp2,2 Juta, bakal menerima gaji sebesar Rp2,5 juta, pada tahun 2021 mendatang.

Sekretaris Disdik Riau, Yusri Rasul mengatakan, kenaikan gaji bagi guru bantu SMA/SMK sesuai dengan keinginan dari Gubernur, untuk meningkatkan kesejahteraan guru-guru yang menjadi garda terdepan, dalam memajukan pendidikan di Riau. Agar para guru di daerah lebih fokus dalam proses belajar mengajar di sekolah, tanpa memikirkan masukan yang lain.

“Untuk guru bantu Provinsi yang tersebar sekarang di Kabupaten Kota, dengan jumlah kurang lebih 3.500 guru, mereka mendapatkan gaji Rp2,2 juta, dan pada tahun 2021 mendatang dalam pembahasan dan bagian penting dari keinginan Gubernur proses kenaikan akan berlaku, hanya kepastiannya berapa kenaikan setelah disahkan,” ujar Yusri, Selasa (18/11).

“Tapi diharapkan kenaikan itu dari Rp2,2 juta menjadi Rp2,5 juta, lalu nanti di pembahasan kita belum bisa memastikan dan belum final. Namun mudah-mudahan ada perubahan. Inilah bentuk upaya Pemprov untuk meningkatkan kesejahteraan guru bantu kita, sebagai unjung tombak pendidikan,” ujar Yusri lagi.

Sementara itu, terkait dengan adanya program dari pemerintah pusat melalui kementrian pendidikan dan kebudayaan, tentang program Guru honorer bakal kebagian jatah bantuan subsidi upah (BSU) dari pemerintah. Pihaknya belum mendapatkan informasi selanjutnya, karena harus dikoordinasikan dengan Kementrian.

“Sampai saat ini saya masih menunggu informasinya, saya ini baru awal agustus masuk, ini kan sudah masa pandemi juga. Jadi saya kira tentang subsidi belum tau persis, tapi nanti akan koordinasikan lagi,” katanya.

Untuk diketahui, BSU ini akan dibagi kepada para pendidik dan tenaga kependidikan honorer atau nonpegawai negeri sipil (PNS). Targetnya, lebih dari 2 juta orang bakal mendapat bantuan dengan total anggaran Rp3,6 triliun tersebut.

Tenaga kependidikan ini dimaksudkan pada guru yang diberi tugas sebagai kepala sekolah, pendidik PAUD, pendidikan kesetaraan, tenaga perpustakaan, tenaga laboratorium, hingga tenaga administrasi. Jumlah yang bakal diterima oleh pendidik dan tenaga kependidikan honorer (non-PNS) tersebut mencapai Rp1,8 juta. Bantuan diberikan satu kali pada November 2020 ini.

 

 

 

Reporter: Nurmadi

Comments

Pos terkait